Liputan6.com, Jakarta - Yasamin Jasem harus menjalani proses yang cukup menguras tenaga saat membintangi film horor PAKET SANTET. Salah satu tantangan terbesar datang ketika ia menjalani adegan final battle yang menjadi bagian penting dari film garapan Dinna Jasanti tersebut.
Dalam adegan tersebut, Yasamin tidak hanya dituntut mampu menunjukkan ekspresi ketakutan. Ia juga harus menjalani koreografi fisik bersama pemain lain, termasuk Patih dan Aingda. Gerakan dalam adegan tersebut harus terlihat natural meski membutuhkan tenaga dan koordinasi yang tidak sedikit.
Advertisement
Yasamin mengungkapkan bahwa persiapan untuk adegan tersebut dilakukan secara bertahap. Para pemain harus memahami koreografi dan menjalani berbagai percobaan agar setiap gerakan dapat dilakukan dengan tepat ketika kamera mulai merekam.
"Terima kasih Mas Hasan pertanyaannya. Keseruannya yang paling berkesan aku ingat sampai detik ini adalah... final battle ini kan banyak sekali melibatkan Patih dan Aingda. Banyak sekali harus angkut-angkut dan melempar-melempar. Tapi at the same time itu enggak boleh kelihatan keberatan. Tapi aku harus membuang badan mereka, itu lumayan challenging. Berapa kali Bu Dina harus bilang "Yasamin mukanya enggak boleh terlihat struggling gitu"," ujar Yasamin saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Tantangan Makin Besar
Tantangan tersebut semakin besar karena beberapa bagian koreografi mengharuskan para pemain melakukan gerakan yang cukup ekstrem. Yasamin menyebut ada adegan yang membuat mereka harus menempel di dinding hingga melakukan gerakan saling bertubrukan.
Menurutnya, proses latihan menjadi bagian penting sebelum adegan tersebut direkam. Para pemain harus melakukan trial and error agar koreografi berjalan sesuai dengan kebutuhan adegan dan tetap aman bagi seluruh pemain yang terlibat.
"Tapi justru proses koreo dari final battle ini memang menyenangkan sekali dari awal kita latihan sih. Karena apalagi yang menuju akhir-akhir banget itu belum main keri-kerian tempel-tempel di tembok gitu, naik-naik ke tembok. Ada yang mau kita tubruk-tubrukan itu, itu challenging banget, butuh banyak waktu dan trial and error untuk dapetin that perfect shot. Tapi pas nonton, we got it. Semoga enjoy," kata Yasamin.
Akan Selalu Teringat
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat Yasamin mengingat produksi PAKET SANTET. Di tengah tuntutan adegan fisik, ia juga menikmati proses membangun chemistry bersama pemain lain sejak reading hingga syuting.
PAKET SANTET berkisah tentang tujuh mahasiswa, yakni Deva, Bela, Celia, Ale, Firza, Glen, dan Kiki, yang menjadi sasaran santet melalui paket misterius. Teror tersebut ternyata berkaitan dengan kejadian di masa lalu dan luka yang belum benar-benar selesai.
Film produksi BASE Entertainment ini memadukan unsur santet, misteri, gore, serta konflik yang dekat dengan kehidupan anak muda. Film garapan Dinna Jasanti tersebut ditulis Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo serta diproduseri Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson. PAKET SANTET dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.