Liputan6.com, Jakarta - Kotak kembali menghadirkan karya terbaru melalui video musik berjudul “YOLO”. Video tersebut diluncurkan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya versi lirik lagu dirilis di YouTube pada 10 Agustus.
Vokalis Kotak, Tantri, mengatakan perilisan video musik ini menjadi momen spesial karena merupakan karya yang mereka garap setelah mulai menjalani perjalanan sebagai band independen.
Advertisement
“Kan kalau kemarin di YouTube sudah tayang video lirik, sekarang kita mau tayangin video klipnya. Jadi pas banget music video-nya rilis sekarang, hari ini. Jadi kita tayangin sekarang juga dong!” ujar Tantri di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Perubahan status menjadi band independen membuat Kotak harus belajar menangani lebih banyak hal secara mandiri. Tantri bahkan mengibaratkan kondisi mereka saat ini seperti band yang baru kembali belajar dari awal.
“Iya, band pelajar baru! Kita tanya sama yang bikin. Ada nih Mas Putra Johan. Konsepnya tanya Mas Johan, tapi dari kita dong proses bagaimana membuat music video dengan semangat independen,” kata Tantri.
Tantri menjelaskan bahwa “YOLO” menjadi salah satu karya pertama yang mereka produksi setelah memutuskan berjalan secara independen. Beruntung, Kotak masih memiliki stok materi lagu yang bisa dikembangkan menjadi karya baru.
Tetap Tak Tinggalkan Kualitas
“Iya, jadi memang ini kan sebenarnya konsep video klip pertama, terus produksi lagu pertama kali sebagai band yang memang masih belajar mandiri. Alhamdulillahnya kita punya stok 'wak-waw' kemarin untuk kita produksi,” jelas Tantri.
Menurut Tantri, keterbatasan sebagai band independen tidak membuat Kotak berhenti mengejar kualitas. Mereka justru dipertemukan dengan sejumlah pihak yang memiliki visi serupa untuk membantu proses produksi.
“Alhamdulillah juga kita dipertemukan sama orang-orang baik yang memang mau diajak kolaborasi. Memang kita pengennya tuh sebenarnya cuma bisa level di 50 aja, deh, nggak usah sampai jomplang gitu,” ungkap Tantri.
Hasil di Luar Dugaan
Hasil akhir video musik “YOLO” ternyata berada di luar ekspektasi mereka. Tantri merasakan kembali energi yang dulu dimiliki Kotak ketika pertama kali membangun karier di industri musik.
“Tapi tiba-tiba ngelihat hasilnya dengan hasil yang maksimal ini kita kayak, ‘Wah, ini sih di luar dari bayangan kita.’ Jadi ya, dari kita sendiri punya energi spirit yang memang pengen ngembaliin energi Kotak di awal-awal kita berkarier di industri,” tambahnya.
Tetap Bereksperimen di Usia 22
Di usia band yang telah mencapai 22 tahun, Kotak merasa masih memiliki semangat untuk terus bereksperimen. Tantri menyebut Kotak ingin tetap adaptif terhadap perkembangan industri musik.
“Mungkin ada beberapa band yang pilihannya di usia 20 tahun ke atas sudah, ‘Ya udahlah jalan aja dengan karya mereka.’ Tapi kalau kita alhamdulillah masih ada antusias untuk membuat karya baru, belajar banyak hal baru, apalagi di industri yang saat ini menurut aku kita harus adaptif gitu,” pungkas Tantri.