Listrik NTT Pulih, DEN: Aktivitas Warga Kembali Bergerak

Layanan listrik NTT pulih hingga 99,9% pascagempa. DEN sebut respons cepat ini krusial untuk menjaga keberlanjutan layanan publik.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 22 Agustus 2026, 14:15 WIB
Petugas PLN tengah melakukan pemulihan sistem kelistrikan di salah satu lokasi terdampak bencana gempa bumi Flores, NTT. (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi menilai pemulihan cepat jaringan listrik pascabencana merupakan langkah krusial untuk menopang aktivitas masyarakat sekaligus wujud nyata ketahanan energi nasional.

Kholid menyoroti proses pemulihan kelistrikan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kembalinya aliran listrik memungkinkan operasional rumah sakit dan penanganan darurat bencana berjalan cepat. 

"Dalam kondisi bencana, pemulihan listrik bukan hanya soal menghidupkan jaringan, tetapi juga memastikan rumah sakit, fasilitas publik, posko bencana, dan aktivitas masyarakat dapat beroperasi kembali," ujar Kholid dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Sebagai informasi, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pekan lalu sempat melumpuhkan sistem kelistrikan setempat. Meski demikian, sebanyak 11 gardu induk (GI) PT PLN (Persero) yang terdampak berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam.

Pemulihan dilanjutkan ke jaringan distribusi. Hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA, progres pemulihan gardu distribusi di seluruh daratan Flores mencapai 92%. Seluruh pelanggan terdampak akhirnya kembali menikmati aliran listrik pada 18 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA.

Menurut Kholid, respons cepat ini patut menjadi acuan penanganan kelistrikan pascabencana ke depannya. "Kecepatan pemulihan seperti di NTT sangat penting karena listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam situasi darurat," tegasnya.

Definisi Ketahanan Energi

Petugas PLN di lapangan terus melakukan upaya pemulihan jaringan listrik yang terdampak gempa bumi M7,7 di Pulau Flores, NTT. (PLN)

Kholid menambahkan bahwa kemampuan memulihkan jaringan listrik dengan cepat dalam situasi kritis merupakan indikator utama ketahanan energi nasional."

Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pasokan, tetapi juga kemampuan sistem untuk pulih dengan cepat saat terjadi gangguan atau bencana," kata Kholid.

Ia menekankan bahwa penanganan darurat harus dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.

Listrik dan Telekomunikasi NTT Hampir Pulih 100%

Secara terpisah, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan melaporkan bahwa pemulihan layanan listrik di NTT telah mencapai 99,9%.

Sebanyak 566.525 pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik. "Hanya tersisa satu gardu distribusi untuk 296 pelanggan yang masih dalam penanganan," jelas Berton dalam siaran pers di kanal YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).

Selain kelistrikan, jaringan telekomunikasi juga menunjukkan pemulihan signifikan hingga 99,7%. Pemulihan di Kabupaten Manggarai Timur melonjak ke angka 98,3% dari sebelumnya 76,3%, sementara Kabupaten Ende telah mencapai 98,6%.

BNPB juga terus memulihkan infrastruktur jalan dan jembatan. Dari 33 titik longsor yang terdeteksi, 32 titik telah ditangani dan dapat dilalui secara fungsional. Sementara itu, empat titik patahan jalan serta empat jembatan terdampak kini sudah kembali dapat difungsikan oleh masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya