IHSG Sepekan Melambung Hampir 2%, 5 Faktor Ini Mempengaruhi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik hampir 2% pada 18-21 Agustus 2026. Sentimen BI Rate hingga harga minyak membayangi IHSG sepekan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Agustus 2026, 12:07 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan saham 18-21 Agustus 2026. Kenaikan IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal. Dari sentimen internal yakni Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 5,75%.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (22/8/2026), IHSG melompat 1,93% ke level 6.525,69 dari posisi 6.401,88 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar melambung 1,81% menjadi Rp 11.449 triliun dari Rp 11.243 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan IHSG naik 1,93% ke 6.525 dan disertai dengan munculnya volume pembelia, sehingga IHSG mampu ditutup di atas moving average (MA) 20 harian. Ia mengatakan, IHSG sepekan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, BI Rate diputuskan tetap di level 5,75% sesuai harapan konsensus, di mana diperkirakan hal itu untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan inflasi. Kedua, FOMC Minutes yang terjadi pada pekan ini masih terdapat pendapat hawkish dari tiga gubernur the Federal Reserve (the Fed).

"Namun demikian, secara probabilitas masih menunjukkan Fed Rate akan tetap di 3,5%-3,75%,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Faktor ketiga, penguatan harga komoditas emas setelah pemerintah Amerika Serikat melakukan buyback sehingga imbal hasil obligasi pemerintah AS turun. Faktor keempat, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat kembali  memanasnya Timur Tengah. Faktor kelima, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 yang berada US$ 12,49 miliar atau setara dengan 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami kenaikan tertinggi 47,90% menjadi 50,30 miliar saham dari 34,01 miliar saham pada pekan lalu.

Selanjutnya, rata-rata frekuensi transaksi harian melambung 5,52% menjadi 2,21 juta kali transaksi dari 2,09 juta kali transaksi. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian naik 2,36% menjadi Rp 15,57 triliun dari Rp 15,21 triliun pada pekan lalu.

Selain itu, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 2,23 triliun pada pekan ini. Pekan lalu, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 1,58 triliun.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada perdagangan saham 10-14 Agustus 2026. Koreksi IHSG sepekan dinilai dipengaruhi sentimen internal dan eksternal. Salah satunya MSCI.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (15/8/2026), IHSG sepekan melemah 0,12% menjadi 6.401,88. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu pada 3-7 Agustus 2026, IHSG nnaik 2,78% ke 6.409,65.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar naik 0,28% menjadi Rp 11.243 triliun dari Rp 11.212 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 0,12% selama sepekan, dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Per data 13 Agustus 2026, aliran dana keluar mencapai Rp 1,14 triliun di pasar regular.

Dari sisi sentimen, Herditya menuturkan, IHSG dipengaruhi pengumuman MSCI August Index Review. Pada hasil tinjauan MSCI, Indonesia masih dalam status dibekukan dan masih berada di emerging markets sehingga terjadi outflow.

Sentimen internal lainnya datang dari pembacaan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan pembacaaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan.

"Pasar mencermati pidato kenegaraan dan RAPBN 2027 terhadap kebijakan dan pertumbuhan ekonomi 2027,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sentimen IHSG Lainnya

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, Herditya menambahkan, rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari konsensus sehingga meningkatkan harapan akan ada pemangkasan suku bunga the Federal Reserve.

Selain itu, sentimen IHSG lainnya dari konflik geopolitik Timur Tengah yang masih dalam tahap kesepakatan  perdamaian juga masih menjadi perhatian investor.

Dari transaksi perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian juga terpangkas 1,07% menjadi Rp 15,21 triliun dari pekan lalu Rp 15,38 triliun. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga susut 14,86% menjadi 34,01 miliar saham dari pekan lalu 39,95 miliar saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga terpangkas 9,67% menjadi 2,09 juta kali transaksi dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Selama sepekan, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 1,58 triliun. Hal ini berbeda dari pekan lalu, investor asing melakukan aksi beli saham Rp 695,17 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya