Kecelakaan Kereta Langka di Jepang, 4 Orang Tewas

Kecelakaan kereta mematikan di Jepang terakhir kali terjadi lebih dari 20 tahun lalu.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 21:32 WIB
Ilustrasi kereta api. (Dok. Andrey Kremkov/Unsplash)

Liputan6.com, Tokyo - Sebuah kereta menabrak dan menewaskan empat pekerja di Jepang pada Kamis (20/8/2026) pagi. Kecelakaan kereta jarang terjadi di negara yang dikenal memiliki tingkat keselamatan perkeretaapian yang sangat tinggi.

Media setempat melaporkan, keempat korban sedang membersihkan rumput liar di sekitar rel di Stasiun Shin-Kanuma, Kota Kanuma, sebelah utara Tokyo, ketika sebuah kereta ekspres melaju dan menabrak mereka.

"Keempatnya telah dinyatakan meninggal dunia," kata seorang pejabat pemadam kebakaran kepada AFP.

Pejabat lainnya mengatakan, saat petugas layanan darurat tiba di lokasi, tiga pekerja ditemukan terjepit di bawah kereta, sedangkan satu orang berada di peron.

Laporan Jiji Press menyebutkan bahwa keempat korban merupakan pria berusia 50-an hingga 60-an. Mereka diketahui menjadi bagian dari kelompok beranggotakan tujuh pekerja yang saat itu sedang membersihkan rumput liar di sekitar rel.

Tidak ada korban luka di antara sekitar 50 penumpang yang berada di dalam kereta.

Kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Spacia X, kereta ekspres dengan enam gerbong yang beroperasi di Jalur Tobu Nikko. Jalur tersebut menghubungkan kawasan metropolitan Tokyo dengan Nikko, salah satu destinasi wisata populer di Prefektur Tochigi.

NHK, mengutip keterangan operator, melaporkan bahwa kereta tujuan Tokyo itu sedang mendekati Stasiun Shin-Kanuma ketika kecelakaan terjadi.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa kereta tersebut melaju dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam saat memasuki kawasan stasiun.

Seorang penumpang berusia 40 tahun menggambarkan bagaimana kereta tiba-tiba mengerem setelah terdengar suara keras.

"Kami mendengar suara gemuruh yang sangat keras. Setelah itu, kereta mengerem mendadak hingga kami tidak bisa berdiri," katanya kepada NHK.

"Kemudian ada pengumuman yang mengatakan, 'kami akan berhenti untuk mencari tahu dari mana suara itu berasal'. Setelah itu, kami tidak bisa turun dari kereta selama beberapa waktu."

Layanan darurat pertama kali menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut pada pukul 10.47 waktu setempat.

Polisi setempat kini menyelidiki prosedur komunikasi keselamatan kerja yang diterapkan saat kejadian. The Mainichi melaporkan, penyelidikan dilakukan setelah muncul informasi awal bahwa seorang petugas pengawas sempat memberikan sinyal bahwa jalur sudah aman sebelum kereta melintas.

Jaringan kereta api Jepang dikenal memiliki salah satu catatan keselamatan terbaik di dunia.

Kecelakaan fatal akibat tabrakan maupun kereta keluar dari rel sangat jarang terjadi berkat standar pemeliharaan dan pelatihan yang tinggi, serta penggunaan teknologi canggih.

Kecelakaan kereta paling mematikan di Jepang pada abad ini terjadi pada April 2005. Saat itu, sebuah kereta komuter pada jam sibuk keluar dari rel dan menghantam gedung apartemen di Amagasaki, Jepang bagian barat. Sebanyak 107 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka.

Sebelumnya, pada 1963, kecelakaan yang melibatkan sebuah kereta barang yang keluar dari rel dan dua kereta penumpang menewaskan 161 orang.

Adapun jaringan kereta cepat Shinkansen Jepang belum pernah mencatat kematian penumpang akibat tabrakan atau kereta keluar dari rel sejak mulai beroperasi pada 1964.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya