Celah Keamanan Roblox: Anak-Anak Masih Berisiko Dihubungi Orang Dewasa

Meski sempat memperketat keamanan, Roblox kembali disorot regulator Australia karena masih memiliki celah yang memungkinkan interaksi orang dewasa dan anak.

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Aturan ini membatasi akses penggunaan platform digital berisiko tinggi untuk anak dibawah usia 16 tahun. Tampak dalam foto, Maura Munthe memainkan permainan daring (online game platform), Roblox, melalui smartphone di rumahnya, Jakarta, 14 Maret 2026. (AP Photo/Dita Alangkara)

Liputan6.com, Jakarta - Roblox kembali mendapat sorotan terkait perlindungan anak di platformnya. Regulator Australia menemukan bahwa pengguna dewasa masih bisa menghubungi pengguna di bawah umur, meskipun perusahaan sebelumnya telah memperkuat sistem keamanannya.

Dikutip dari Ars Technica, Satbu (22/8/2026), pengujian regulator Australia menunjukkan orang dewasa masih dapat mengirim permintaan koneksi kepada anak-anak tanpa izin orang tua. Selain itu, anak-anak dan orang dewasa masih bisa berinteraksi melalui forum di luar permainan.

Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem perlindungan Roblox belum sepenuhnya mampu mencegah interaksi berisiko. Regulator juga mendapati bahwa profil, daftar koneksi, dan informasi pribadi anak masih dapat dilihat oleh pengguna lain.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena dapat meningkatkan risiko grooming serta eksploitasi anak. Meski Roblox telah melakukan sejumlah perubahan, hasil pengujian terbaru membuktikan masih ada celah krusial yang harus diperbaiki.

Sebagai tindak lanjut, Roblox sepakat memperketat sistem keamanannya setelah menerima teguran resmi. Perusahaan kini memiliki waktu tiga bulan untuk menerapkan perlindungan tambahan bagi pengguna anak.

 

Roblox Dituntut Perketat Sistem Keamanan Anak

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan berkompromi dengan platform digital yang tidak mematuhi amanat PP nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Tampak dalam foto, Maura Munthe memainkan permainan daring (online game platform), Roblox, melalui smartphone di rumahnya, Jakarta, 14 Maret 2026. (AP Photo/Dita Alangkara)

Dalam aturan baru tersebut, Roblox diwajibkan mencegah orang dewasa menghubungi anak yang tidak dikenal tanpa persetujuan orang tua. Akun anak juga harus diubah menjadi privat secara bawaan (default). Selain itu, Roblox diminta membenahi sistem pelaporan keluhan dan memberikan transparansi terkait tindak lanjut laporan pengguna.

Regulator turut mewajibkan Roblox menunjuk auditor pihak ketiga yang independen. Auditor ini bertugas menilai efektivitas sistem keamanan, termasuk teknologi age estimation yang digunakan untuk memverifikasi usia pengguna.

Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, menegaskan pentingnya audit independen ini untuk memastikan sistem keamanan benar-benar berfungsi dengan baik, bukan sebatas klaim.

Di sisi lain, perwakilan Roblox menyatakan bahwa perusahaan telah memenuhi komitmen yang disepakati dengan eSafety selama 12 bulan terakhir. Mereka berjanji akan terus bekerja sama dengan regulator demi menjaga keamanan pengguna anak di Australia.

Jika Roblox melanggar komitmen ini, eSafety berwenang meminta Pengadilan Federal Australia mengeluarkan perintah mengikat agar perusahaan mematuhi seluruh kewajibannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya