Gaet Jerman, RI Incar Proyek PLTS dan Rantai Pasok Semikonduktor

Indonesia-Jerman akselerasi transisi energi hijau lewat komitmen pendanaan JETP US$ 21,4 miliar.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Agustus 2026, 17:49 WIB
Pertemuan Menko Airlangga dengan Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan. (Liputan6.com/Ariefh Rahman H)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuka peluang kerja sama strategis dengan pemerintah Jerman. Kedua negara membidik kolaborasi di sektor energi hijau, rantai pasok semikonduktor, hingga pendidikan vokasi.

Airlangga menyampaikan, salah satu proyek potensial yang dapat diakselerasi adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendongkrak porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.

"Indonesia menyambut delegasi ini untuk mendorong beberapa pipeline project di sektor renewable, dan juga tentu bagi Indonesia rantai pasok terkait dengan semikonduktor juga hal yang penting," kata Airlangga usai bertemu Menteri Federal untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Keduanya turut membahas pendidikan vokasi, sektor yang dinilai vital bagi kedua negara. Jerman dikenal memiliki keunggulan di bidang ini dan telah menjadi mitra strategis dengan lebih dari 250 perusahaan yang telah berbisnis dan beroperasi di Indonesia.

"Kemudian tadi juga dibahas mengenai EU-CEPA, di mana EU-CEPA ini diharapkan bisa ditandatangani tahun ini. Dan Jerman juga merupakan mitra strategis dari Just Energy Transition Partnership, JETP dan Jerman menjadi co-leading IPG dengan Jepang," urainya.

"Di mana proyek yang dikomitmen dalam JETP itu sebesar US$ 21,4 miliar, dan Indonesia telah memanfaatkan US$ 3,93 miliar, hampir US$ 4 miliar, dan tadi disampaikan kepada Menteri Commerce bahwa kita akan ada rapat untuk terus bagaimana kita bisa meningkatkan proyek-proyek green energy ini untuk bisa mendapatkan akses pembiayaan termasuk juga dari GFW," jelas Airlangga.

Memperkuat Kerja Sama Dua Negara

Pertemuan Menko Airlangga dengan Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan. (Liputan6.com/Ariefh Rahman H)

Menteri Federal Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momen krusial untuk memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara, sekaligus mengoptimalkan peran perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

"Saya ingin memperkuat kerja sama kita di sektor ekonomi maupun pembangunan. Kami membahas bagaimana perusahaan-perusahaan Jerman dapat berperan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan," ungkapnya.

"Kami memiliki kemitraan yang hebat, yaitu Just Energy Transition Partnership (JETP), yang kami pimpin bersama Jepang. Kami ingin mendukung Indonesia dan negara-negara lain dalam membuka jalan bagi energi terbarukan, dan tentu saja kami ingin menciptakan situasi yang saling menguntungkan (win-win) bagi semua pihak," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya