Adopsi AI Akamai Mengubah Infrastruktur Bisnis di Asia Pasifik

Akamai hadir untuk meningkatkan infrastruktur bisnis di Asia Pasifik dengan keunggulannya. Apa saja?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 20 Agustus 2026, 16:42 WIB
Media Briefing Akamai APAC. Liputan6.com/Aisyah Mustika Zamani

Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini banyak digunakan hampir semua orang di dunia, terutama bagi pelaku bisnis. Hal ini membuat mereka harus memikirkan strategi bisnis secara matang dari perencanaan hingga pengoperasian.

Meluasnya penggunaan AI ini berpengaruh ke anggaran perusahaan yang kini tidak lagi dipakai hanya untuk uji coba, namun langsung ke penggunaan nyata di lapangan.

Akibatnya, pelanggan tidak hanya membutuhkan fitur AI tetapi memerlukan komputer, jaringan, dan sistem di belakang layar.

"Kebutuhan perusahaan akan hal ini menjadi strategi utama mereka demi bersaing dalam persaingan AI," ujar Managing Director Akamai untuk wilayah Asia Pasifik, Sean Li, dalam acara media briefing virtual Akamai APAC, Kamis (20/8/2026).

Permintaan perusahaan terhadap AI semakin melejit, bersamaan dengan kebutuhan daya komputasi, data, dan pemrosesan lebih cepat. Semua ini juga diperlukan satu jaringan terhubung yang cepat dan aman serta berkapasitas besar.

Keunggulan Akamai

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, Akamai menyediakan jaringan global berkapasitas besar dan telah diaplikasikan ke banyak brand yang tersebar di berbagai negara.

Akamai sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun melayani pelanggan di Asia Pasifik dengan mencapai pendapatan tahunan USD 1 miliar (sekitar Rp 17,7 triliun) pada 2025.

Kapasitas jaringan Akamai sendiri sebesar 1.000+ Tbps dan memiliki lokasi edge lebih dari 4.300. Bahkan, jaringannya sudah terkoneksi ke lebih dari 1.200 jaringan di 700 lebih kota dan 130 lebih negara.

Beberapa brand yang mempercayai Akamai dalam pengadopsian AI adalah Adidas, Adobe, Airbnb, Casio, Panasonic, dan masih banyak lagi.

Akamai membantu organisasi di Asia Pasifik untuk membangun, mengamankan, dan mengembangkan generasi berikutnya dari pengalaman digital AI.

Bukti Nyata Peningkatan Infrastruktur Bisnis

Platform penyedia layanan bisnis AI, GoVeda, disebutkan memiliki tantangan dalam mengolah database AI berukuran raksasa. Mereka membutuhkan infrastruktur cepat dan penghematan biaya.

Solusinya, dengan bermigrasi ke Akamai Cloud dan menggunakan prosesor G8 & GPU RTX 6.000 Pro, performa naik 30% dan biaya berkurang 20%.

Sementara itu, penyedia layanan telekomunikasi di India, Sarv, membutuhkan infrastruktur yang hemat biaya untuk sistem darurat, pencegahan kejahatan siber, dan alat kolaborasi.

Setelah beralih ke Akamai Cloud yang dikelola CloudMinister, biaya operasional AI menurun, namun kecepatan dan keandalan tetap terjaga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya