Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur mengalami rentetan erupsi pada Kamis pagi (20/8/2026). Data Pusat Vulknaologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkap, rentetan erupsi dimulai pada pukul 06.30 WIB, dengan tinggi letusan teramati 600 meter, kemudian pada 06.45 WIB dengan tinggi kolom abu erupsi 1.000 meter.
Tak berselang lama, pada pukul 06.54 WIB Semeru kembali erupsi setinggi 700 meter, kemudian pada pukul 07.19 WIB tinggi kolom abu mencapai 800 meter. Pada pukul 07.48 WIB, Semeru kembali erupsi dengan kollom abu mencapai 700 meter, disusul pada pukul 08.43 WIB dengan kolom abu 900 meter.
Advertisement
Yang terbaru, pada pukul 09.17 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi hingga mencapai 1.100 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Liswanto mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Selalu waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya,
Sepanjang 2026, Gunung Semeru tercatat sudah meletus sebanyak 1.725 kali. Hingga hari ini, Kamis (20/8/2026), pukul 09.32 WIb, Gunung Semeru di Lumajang masih berstatus Siaga (Level III).
Aktivitas Gunung Semeru
Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Kamis (20/8/2026), periode pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 9 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 83-145 detik, kemudian 4 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-2 mm dan lama gempa 39-48 detik, lalu 4 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-5 mm, dan lama gempa 47-91 detik.
Pada periode pengamatan itu juga terjadi 4 kali Harmonik dengan amplitudo 1-2 mm, dan lama gempa 140-975 detik, kemudian 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5-22 mm, S-P 17-98 detik dan lama gempa 50-389 detik.