Bitcoin Lampaui Meta dan Tesla, Jadi Aset Terbesar ke-13 Dunia

Bitcoin kini menjadi aset terbesar ke-13 di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, melampaui Meta, Tesla, dan salah satu ETF Vanguard.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 20 Agustus 2026, 15:14 WIB
Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin kembali mencatat tonggak penting di pasar global. Aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut kini masuk jajaran 13 aset terbesar di dunia, setelah nilainya melampaui Meta, Tesla.

Pencapaian tersebut menempatkan Bitcoin di atas dua perusahaan besar yang menjadi salah satu nama paling dikenal di pasar saham global serta sebuah produk investasi indeks yang banyak digunakan investor.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (20/8/2026), perbandingan tersebut dilakukan berdasarkan kapitalisasi pasar lintas aset, yang memperhitungkan berbagai jenis instrumen, mulai dari perusahaan publik, dana investasi, logam mulia hingga aset kripto.

Dengan kenaikan tersebut, posisi Bitcoin kini berada di peringkat ke-13 dalam daftar aset terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Bitcoin sebelumnya juga telah beberapa kali menembus posisi lebih tinggi dalam daftar aset global ketika harga mengalami kenaikan signifikan.

Masuknya Bitcoin ke jajaran 13 besar menunjukkan semakin besarnya nilai pasar aset digital tersebut dibandingkan sejumlah perusahaan dan instrumen investasi tradisional.

Peringkat kapitalisasi pasar tersebut pada dasarnya mengurutkan berbagai aset yang dapat diperdagangkan berdasarkan total nilai pasarnya. Karena itu, posisi Bitcoin dapat dibandingkan secara langsung dengan perusahaan, dana investasi maupun komoditas seperti logam mulia.

 

Bitcoin Lampaui Meta dan Tesla

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Kenaikan posisi Bitcoin menjadi aset terbesar ke-13 berarti nilai agregat Bitcoin kini telah melampaui dua perusahaan besar Amerika Serikat, yakni Meta dan Tesla.

Meta merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia dan dikenal sebagai induk Facebook, Instagram, serta sejumlah platform digital lainnya. Sementara Tesla merupakan salah satu produsen kendaraan listrik terbesar dunia.

Bitcoin juga berhasil melampaui salah satu ETF utama Vanguard. ETF merupakan instrumen investasi yang memungkinkan investor memiliki kumpulan aset dalam satu produk dan selama ini menjadi pilihan populer karena biaya investasinya relatif rendah.

Perbandingan Bitcoin dengan Meta, Tesla, dan ETF Vanguard menjadi penting dari sisi persepsi pasar. Ketiga nama tersebut lebih familiar bagi investor konvensional, termasuk mereka yang berinvestasi melalui pasar saham dan instrumen dana indeks.

Dengan berada di atas perusahaan dan produk investasi tersebut dalam satu daftar kapitalisasi pasar, Bitcoin semakin mudah diposisikan dalam konteks yang dipahami investor arus utama.

Kondisi ini juga bukan pertama kalinya Bitcoin dibandingkan dengan perusahaan besar dunia. Sebelumnya, Bitcoin pernah melampaui Amazon dalam daftar aset global berdasarkan kapitalisasi pasar ketika harga kripto tersebut mengalami penguatan.

Perbandingan serupa bahkan pernah dilakukan terhadap individu. Dalam salah satu periode kenaikan harga, nilai Bitcoin sempat melampaui kekayaan bersih Bill Gates.

 

Bitcoin Semakin Diperhitungkan Investor Institusi

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Pencapaian terbaru tersebut memperkuat narasi bahwa Bitcoin semakin sering dibicarakan dalam konteks yang sama dengan aset perusahaan besar, dana investasi, hingga komoditas.

Posisi Bitcoin dalam daftar aset global juga menunjukkan semakin besarnya skala pasar aset kripto tersebut. Harga Bitcoin di pasar spot menjadi acuan utama dalam menentukan nilai kapitalisasi pasarnya.

Namun, peringkat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai indikator pasti mengenai arah harga Bitcoin selanjutnya.

Posisi setiap aset dalam daftar kapitalisasi pasar dapat berubah dengan cepat mengikuti volatilitas pasar. Kenaikan peringkat Bitcoin yang didorong oleh peningkatan harga juga dapat berbalik apabila valuasi Bitcoin mengalami penurunan.

Hal serupa pernah terjadi dalam sejumlah reli harga Bitcoin sebelumnya, termasuk ketika harga aset kripto tersebut kembali menembus level US$ 70.000.

Dengan demikian, pencapaian Bitcoin sebagai aset terbesar ke-13 di dunia lebih mencerminkan skala dan nilai pasar saat ini, bukan jaminan bahwa harga akan terus meningkat.

Meski demikian, posisi tersebut memperlihatkan semakin kuatnya relevansi Bitcoin di mata investor institusi dan pasar keuangan secara lebih luas.

Bitcoin kini tidak lagi hanya dibandingkan dengan aset digital lainnya, tetapi juga ditempatkan dalam satu jajaran dengan perusahaan teknologi, produsen otomotif, dana investasi, dan berbagai aset bernilai besar lainnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya