Liputan6.com, Jakarta - Busi merupakan salah satu komponen vital dalam sistem pengapian kendaraan bermotor. Namun, maraknya peredaran busi palsu di pasaran kini menjadi ancaman serius bagi para pemilik sepeda motor.
Penggunaan busi palsu tidak hanya membuat performa mesin menurun dan brebet, tetapi juga berisiko memicu kerusakan fatal pada komponen mesin.
Advertisement
Harga busi motor yang jauh lebih murah memang menggoda. Namun, pemilik motor sebaiknya tidak langsung tergiur karena busi menjadi salah satu komponen yang penting bagi kendaraan.
Dilansir dari laman Honda, Kamis (20/8/2026), setidaknya ada tiga tanda yang bisa diperiksa untuk membedakan busi asli dengan produk tiruan.
Pemeriksaan sederhana ini dapat dilakukan dengan memperhatikan detail fisik busi sebelum digunakan.
Cek bagian ulir, cetakan, dan kode produksi
Pertama, Busi asli memiliki ulir logam yang rapi, halus, dan seragam. Sementara itu, produk palsu dapat memiliki ulir yang kasar atau tidak presisi.
Tulisan merek dan kode spesifikasi pada bagian keramik juga perlu diperhatikan.
Misalnya, pada produk asli, cetakannya tajam, tebal, berada di posisi yang tepat, serta tidak mudah pudar.
Sebaliknya, cetakan pada busi palsu dapat terlihat miring, pudar, atau mudah terkelupas.
Periksa Ring Gasket
Selanjutnya, pada Komponen berbentuk cincin logam yang berada di bawah keramik ini pada busi asli terpasang dengan kuat.
Biasanya, ring tersebut tidak mudah diputar atau dilepas menggunakan tangan.
Jika dengan produk tiruan yang ring gasketnya dapat terasa longgar atau oblak.
Oleh kerna itu, kondisi tersebut menjadi salah satu tanda yang patut dicurigai sebelum busi dipasang ke mesin.
Jangan Abaikan Risiko Terhadap Mesin
Yang terakhir, penggunaan busi palsu dapat membuat sistem pengapian tidak stabil.
Hingga, dampaknya antara lain tarikan motor terasa tertahan, mesin dapat mati mendadak, serta konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros akibat proses pembakaran yang tidak sempurna.
Dalam kondisi yang lebih parah, material elektroda pada busi yang tidak sesuai standar disebut dapat mengalami kerusakan ketika bekerja pada suhu dan tekanan tinggi.
Sehingga, kerusakan tersebut berpotensi menyebabkan komponen masuk ke area silinder dan menimbulkan kerusakan mesin.
Karena itu, menyarankan untuk konsumen memastikan busi yang digunakan merupakan busi asli dan mendapatkannya melalui jaringan bengkel resmi.
Pemeriksaan serta penggantian busi juga sebaiknya dilakukan dengan prosedur yang tepat agar komponen bekerja sesuai spesifikasi motor.
Pada akhirnya, selisih harga yang murah tidak selalu sebanding dengan risiko yang mungkin muncul.
Sebelum membeli busi, luangkan waktu untuk memeriksa ulir, cetakan dan kode, serta ring gasket agar tidak salah memilih komponen untuk motor.