Bahlil Pangkas Aturan dan Siapkan Insentif Buat Kebut Panas Bumi

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menuturkan, pihaknya mendorong percepatan realisasi energi baru terbarukan untuk mendukung ketahanan energi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 19 Agustus 2026, 16:55 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia ingin mempercepat pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. Masalah regulasi akan diatasi termasuk kebutuhan insentif bagi para pengusaha.

Bahlil mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan daripada panas bumi itu, Indonesia masih kalah dari Amerika Serikat (AS).

"Kita ini lagi mendorong untuk percepatan realisasi daripada energi baru terbarukan, karena ini kan merupakan bagian daripada strategi untuk kedaulatan, ketahanan energi kita. Salah satu yang paling penting itu energi baru terbarukan itu adalah geotermal, karena kita itu cadangannya terbesar di dunia," ungkap Bahlil usai Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia baru memanfaatkan sekitar 10-13% dari potensi yang dimiliki Indonesia. Untuk itu, peermasalah seperti regulasi hingga insentif turut disiapkan pemerintah.

"Salah satu persoalannya itu adalah kecepatan regulasi, izin segala macam. Yang kedua insentifnya. Nah, ini yang akan kita lakukan, lagi dibahas oleh Dirjen (EBTKE)," jelas dia.

Bahlil menyinggung posisi Indonesia memiliki kapasitas terpasang panas bumi kedua di dunia, masih kalah dari AS. Hasil penelusurannya, ternyata regulasi menjadi salah sati hambatan.

"Kita nomor satu (dari segi cadangan) tetapi dalam implementasinya kita itu nomor dua, Amerika masih nomor satu. Sejak saya dilantik jadi Menteri SDM, saya cek apa sih yang membuat lambat," tegasnya.

Aturan Berbelit

Bahlil mengakui, banyak pengusaha ingin mempercepat proyeknya. Namun, regulasi kerap menjadi penghambat sehingga tak kunjung direalisasikan.

"Pengusaha itu kan mau cepat, tapi kalau aturannya berbelit-belit, lambat, ya mau gimana? Maka yang pertama saya lakukan adalah memangkas tahapan peraturan yang panjang lebar itu," tuturnya.

"Dan sekarang ternyata setelah saya evaluasi, masih banyak juga hambatan-hambatan terhadap aturan-aturan itu," Bahlil menambahkan.

 

Satu Abad Panas Bumi Indonesia

Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat usia pengembangan panas bumi di Indonesia telah menginjak 100 tahun. Selama satu abad, sumber energi panas bumi masih bisa terus dimanfaatkan, dan digadang menjadi alternatif energi fosil.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengisahkan satu abad sumur panas bumi masih terus dimanfaatkan di Kamojang, Jawa Barat. Simpanan potensi panas bumi di Indonesia, menurutnya perlu dimanfaatkan lebih jauh sebagai pengganti energu fosil.

"Hari ini memang tepat peringatan 100 tahun di mana tajak sumur pengeboran panas bumi dulu tahun 1926 mulai dicanangkan, mulai dibor di Kamojang, dan saat ini pun, berusia 100 tahun pun, uapnya masih mengalir," kata Eniya dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, di JICC Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

"Ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa, kalau uap-uap itu tidak dimanfaatkan, kita tentu saja menjadi kaum yang merugi," imbuh dia.

 

Perlu Pemanfaatan Lebih Lanjut

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Eniya melihat potensi tersebut perlu dimanfaatkan. Apalagi ada upaya untuk menjadikan energi baru terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantunagn ke energi fosil. Pada sektor kelistrikan, panas bumi bisa bersaing dengan pembangkit batu bara.

"Jadi, rasanya memang panas bumi yang kita kenal ini nantinya sangat bisa bersaing dengan diesel, sangat bisa bersaing dengan bahan bakar, bahan bakar dari fosil, ya, batu bara ataupun diesel, karena 24 jam bisa menghadirkan listrik," jelasnya.

Informasi, tingkat kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi (PLTP) di Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia. Targetnya bisa menjadi terbesar pada 2030 mendatang.

"Salah satu energi terbarukan yang sangat kita andalkan, dan potensi terbesar ada di Indonesia. Tadi juga disampaikan, installed kapasitas kita masih nomor dua di dunia," ucap dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya