Bintangi Film Operasi Pesta Copet, Fauzan Lubis Teringat Pesan Mendiang Didi Petet - Yayu Unru

Kini memiliki pengalaman berakting dalam teater maupun film, lantas mana yang menurut Fauzan lebih sulit?

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 19 Agustus 2026, 23:24 WIB
Poster film Operasi Pesta Copet (Instagram/ imajinari.id)

Liputan6.com, Jakarta - Fauzan Lubis memulai debut perdana filmnya di Operasi Pesta Copet. Memiliki background seni, Fauzan berpengalaman memainkan peran Ken Arok dalam  teater musikal legendaris karya Harry Roesli.

Saat wawancara bersama wartawan dalam konferensi pers film Operasi Pesta Copet, ia mengingat kembali masa lalunya. Rupanya ia didorong oleh almarhum Didi Petet dan Yayu Unru untuk bermain film.

Ia menjelaskan, “14 tahun yang lalu saat saya masih bekerja bersama almarhum Didi Petet. Almarhum Didi Petet dan Almarhum Mas Yayu tuh selalu bilang saat setiap kita latihan, setiap kita pertunjukan teater tuh 'Fauzan harus main film, Fauzan harus main film'."

Ia mengungkapkan bahwa ternyata pesan dari almarhum itu agar dirinya belajar dan bertanggung jawab terhadap dialog.

“Ternyata dulu Almarhum Mas Didit dan Mas Yayu bilang harus main film itu ternyata untuk belajar. Untuk belajar bisa mempertahankan dan bertanggung jawab terhadap dialog. Jadi luar biasa tuh teman-teman ini yang sudah lama di industri film sih keren banget sih,” ucap Fauzan.


Fauzan Lubis Sebut Film Butuh Latihan Ekstra

Cast, sutradara, dan produser film Operasi Pesta Copet dalam press screening Operasi Pesta Copet yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan pada (18/8/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Kini memiliki pengalaman berakting dalam teater maupun film, lantas mana yang menurut Fauzan lebih sulit?

“Semuanya ada plus minus cuman jujur yang paling butuh latihan ekstra di film,” jawab Fauzan.

Ia juga melanjutkan bahwa ia merasa terbantu dengan energi luar biasa yang diberikan sutradara dalam debut akting filmnya ini.

“Energinya luar biasa kalau udah ada di set itu, kita jadi merasa jauh lebih PD tentunya. Gitu. Dikasih kebebasan dan ketenangan sih lebih tepatnya kitanya gitu. Jadi enggak ada pressure,” ujarnya.


Belajar Aksen Jakarta

Cast, sutradara, dan produser film Operasi Pesta Copet dalam press screening Operasi Pesta Copet yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan pada (18/8/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N.R)

Fauzan tak lupa menceritakan dirinya yang rindu dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan memutuskan untuk berkunjung. Dalam kunjungan itu ia memanggil teman-temannya yang tinggal di dekat IKJ untuk belajar aksen karakter Silet yang merupakan anak Jakarta.

“Hari pertama dapat skrip, kita reading, di malam itu juga alhamdulillah kangen IKJ. Saya ke IKJ terus saya calling teman-teman yang tinggal emang di belakang IKJ Kali Pasir anak-anak situ. Alhamdulillah masih ada nomornya begitu. Saya calling ke IKJ untuk ngobrol aja, belajar aksennya,” jelas Fauzan.


Sinopsis Film Operasi Pesta Copet

Poster film Operasi Pesta Copet. (Instagram/ Imajinari)

Film  Operasi Pesta Copet berpusat pada empat pencopet muda, yaitu Ijal (Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba). Mereka merancang sebuah aksi pencopetan besar di tengah penyelenggaraan Festival Pestapora, salah satu festival musik terbesar di Indonesia. Keempat karakter utama ini terdesak oleh tekanan ekonomi dan kesulitan mencari pekerjaan layak, sehingga nekat menjadikan pencopetan sebagai jalan terakhir. 

Para pencopet ini memanfaatkan keramaian ribuan penonton sebagai medan operasi untuk melancarkan aksinya secara terorganisasi. Namun, rencana yang semula tampak mulus perlahan berubah menjadi kekacauan akibat berbagai kejadian tak terduga.

Operasi Pesta Copet tayang di bioskop pada 27 Agustus mendatang. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya