Niu Lai, Film Animasi China Jadi Box Office karena Dihujat

Niu Lai, film animasi China berbujet minim, jadi box office usai dihujat animasinya jelek. Simak kisah viralnya, angka pendapatan, dan siapa pembuatnya.

oleh Rahmi SafitriDiterbitkan 19 Agustus 2026, 13:39 WIB
Film Animasi Niu Lai (credit: Weibo)

Liputan6.com, Jakarta - Niu Lai, film animasi China, mendadak jadi perbincangan luas usai dihujat habis-habisan karena kualitas animasinya yang dianggap sangat buruk. Alih-alih membuat film ini tenggelam, kritik pedas tersebut justru mengubahnya menjadi fenomena viral yang mendongkrak pendapatan box office secara drastis.

Film berdurasi 86 menit ini dirilis di bioskop China pada 5 Agustus 2026 tanpa promosi berarti, tanpa trailer, dan tanpa wawancara media. Niu Lai lantas menjadi salah satu kisah box office paling tidak terduga di China sepanjang 2026.


Kenapa Niu Lai Viral karena Dianggap Jelek

Film Animasi Niu Lai (credit: Weibo)

Niu Lai bercerita tentang seekor anak sapi bernama Niu Lai yang hidup di padang rumput. Suatu hari, seekor burung branjangan yang baru tiba dari gurun menyaksikan Niu Lai memasuki mimpi panjang yang penuh pergolakan batin. Melalui mimpi itu, Niu Lai dihadapkan pada tema cinta, keteguhan hati, keberanian, dan pengorbanan, hingga akhirnya tumbuh menjadi sosok yang berani menghadapi hidup dan mati.

Ketika mulai tayang, klip-klip dari film ini beredar di media sosial China dan langsung menuai ejekan. Warganet ramai-ramai mengkritik grafis komputer yang kasar, gerakan karakter yang kaku, pengisian suara yang canggung, serta jalan cerita yang dianggap membingungkan. Sebagian penonton bahkan menyamakan kualitas animasinya dengan proyek tugas kuliah mahasiswa.

Alih-alih membuat orang menjauh, ejekan tersebut justru memicu rasa penasaran. Banyak orang yang awalnya tidak berniat menonton akhirnya membeli tiket hanya untuk membuktikan sendiri seburuk apa animasi yang ramai dibicarakan itu. Sebagian warganet bahkan memuji sisi "buatan tangan" film ini sebagai bukti bahwa karyanya tidak menggunakan kecerdasan buatan, di tengah maraknya konten hasil AI yang dianggap terlalu sempurna dan seragam.


Berapa Pendapatan Box Office Niu Lai

Dalam sembilan hari pertama penayangannya, Niu Lai hanya meraup 7.169 yuan dari 236 penonton, jumlah yang tercatat sebagai pendapatan box office terendah untuk film animasi bioskop pada tahun itu. Situasi berbalik total begitu gelombang ejekan viral di media sosial mulai menyebar.

Pada 15 Agustus 2026, pendapatan harian Niu Lai melonjak hingga 717 ribu yuan dalam satu hari saja. Jumlah layar dan jadwal tayangnya pun ditambah demi memenuhi permintaan penonton yang terus meningkat. Total pendapatan box office Niu Lai akhirnya menembus lebih dari 17 juta yuan, membuatnya sejajar dengan film-film besar Hollywood yang tayang di China pada waktu bersamaan seperti The Odyssey karya Christopher Nolan dan Spider-Man: Brand New Day, sekaligus masuk sepuluh besar film animasi terlaris China sepanjang 2026.

Lanjut Baca:

Niu Lai digarap oleh Xin Yumeng sebagai sutradara sekaligus Sun Lifang, ibunya, sebagai penulis naskah. Keduanya menghabiskan waktu lebih dari lima tahun untuk menyelesaikan film ini tanpa melibatkan tim profesional, menggunakan peralatan bekas karena keterbatasan biaya. Sun Lifang bahkan turut menggarap musik latar film, sementara ide cerita muncul dari kelahiran ayah Xin Yumeng yang bertepatan dengan Tahun Kerbau. Film ini diproduksi oleh Dalian Jingyuan Culture Film and Television Media, perusahaan yang sebelumnya bergerak di bidang desain interior sebelum beralih ke produksi film. Karena minimnya publikasi, sejumlah staf bioskop bahkan sampai menggambar sendiri poster promosi Niu Lai lantaran tidak ada materi resmi yang memadai selain satu poster bergaya lukisan tinta tradisional. Meski sukses secara komersial, fenomena Niu Lai turut menuai kritik dari media milik pemerintah China, Beijing News, yang menilai keberhasilan film ini berisiko menurunkan standar kualitas perfilman jika bioskop terus menambah jadwal tayang untuk film bermutu rendah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya