Bursa Saham Asia Hari Ini Lesu Ikuti Wall Street, Kospi Anjlok 5,89%

Di bursa saham Asia Pasifik, indeks Kospi melemah 5,89% pada perdagangan saham Rabu, (19/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 Agustus 2026, 08:39 WIB
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Rabu, (19/8/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti penurunan wall street. Indeks acuan di Korea Selatan Kospi catat penurunan hingga di atas 5%.

Mengutip CNBC, di Asia, indeks Kospi Korea Selatan turun 5,89%. Indeks Kosdaq terpangkas 3,62% pada Rabu pekan ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,04%, dan indeks Topix tergelincir 1,01%. Indeks acuan Australia ASX200 melemah 0,50%.

Di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street terpangkas pada Selasa, 18 Agustus 2026 waktu setempat. Indeks S&P 500 tergelincir 0,7% Indeks Dow Jones turun 116 poin atau 0,2%. Indeks Nasdaq susut 1,3%, dan catat penurunan terdalam di antara tiga indeks acuan.

Saham-saham teknologi melemah seiring dengan pencapaian rekor baru pada imbal hasil (yield) obligasi di AS maupun wilayah lainnya. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi baru dalam 19 tahun pada Selasa, sementara imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam tiga dekade.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 30 tahun menyentuh titik tertinggi sejak 2011, sedangkan tingkat imbal hasil obligasi Prancis tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2008.

Meskipun imbal hasil obligasi jangka panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade, reaksi pasar saham tergolong sangat minim. Para investor bertaruh pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dibarengi dengan kinerja laba perusahaan yang sangat kuat secara historis, akan terus menopang pasar saham di tengah kenaikan imbal hasil obligasi.

"Menurut saya, pada akhirnya, kondisi ekonomi cukup kuat," ujar Pendiri dan CEO Trivariate Research, Adam Parker kepada program "Closing Bell" CNBC pada Selasa.

"Saya rasa laba dan arus kas dari perusahaan-perusahaan besar ini cukup kuat untuk melewati segala kekhawatiran yang muncul terkait situasi ini,” ia menambahkan.

 

 

Investor Bakal Cermati Fed Minutes

Logo Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) di Washington. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Risalah pertemuan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan akan dirilis pada Rabu sore. Para investor kemungkinan besar akan mencermati risalah rapat tersebut, mengingat adanya perbedaan pendapat yang tajam di dalam bank sentral.

Pada rapat Juli, terdapat tiga pihak yang berbeda pendapat dan memilih untuk menaikkan suku bunga, sebuah situasi yang ingin diketahui rincian lebih lanjutnya oleh para investor.

Pekan yang padat dengan laporan kinerja keuangan sektor ritel juga terus berlanjut, di mana Target, TJX, dan Lowe’s dijadwalkan merilis laporan mereka pada Rabu sebelum pembukaan pasar. Analog Devices juga akan melaporkan kinerjanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya