Seabank Kantongi Laba Bersih Rp 749,26 Miliar

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank terakumulasi sebesar Rp 41,80 triliun, tumbuh 47,6% YoY.

oleh NurmayantiDiterbitkan 18 Agustus 2026, 18:00 WIB
Seabank.PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 749,26 miliar pada semester I 2026. Foto: seabank.co.id

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 749,26 miliar pada semester I 2026. Peningkatan profitabilitas ini didorong pertumbuhan total aset perusahaan hingga mencapai Rp 52,97 triliun.

"Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, Selasa (18/8/2026).

Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit SeaBank tumbuh 53,1% YoY menjadi Rp 39,81 triliun. Pertumbuhan ini dicapai melalui kombinasi skema direct lending, kolaborasi ekosistem digital, serta kemitraan strategis.

Kendati kredit mengalami peningkatan pesat, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross yang tetap dijaga ketat di level 1,65%, jauh di bawah ambang batas maksimum 5% yang ditetapkan regulator. Hal ini dikatakan karena perusahaan konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Seiring perluasan basis nasabah, Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank terakumulasi sebesar Rp 41,80 triliun, tumbuh 47,6% YoY.

Porsi dana murah (Current Account Savings Account / CASA) terus mendominasi dengan capaian Rp 29,10 triliun atau setara 69,6% dari total DPK.

Hal ini menandakan tingginya frekuensi penggunaan aplikasi SeaBank untuk kebutuhan harian seperti transfer, pembayaran QRIS, dan tagihan rutin.

Efisiensi Operasional

SeaBank. (Dok SeaBank)

Dikatakan, kemampuan mengelola beban dana (Cost of Fund) ini juga terlihat pada peningkatan efisiensi operasional dengan rasio Cost to Income Ratio (CIR) di level 21,1%, serta mencatatkan Return on Assets (ROA) di angka 3,9%.

"Pertumbuhan fundamental keuangan yang kokoh tersebut sejalan dengan ekspansi basis pengguna SeaBank yang kini telah menembus 35 juta nasabah hingga akhir Semester I 2026," jelas Sasmaya.

Tingginya loyalitas pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian menembus Rp 7,1 triliun selama bulan Juni 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya