Analisis BMKG, Pemicu Gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan

30 Menit setelah gempa, tidak ada aktivitas gempa bumi susulan.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 18 Agustus 2026, 14:58 WIB
Titik Gempa M6,1 di Nias Selatan (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 6,1 mengguncangNias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (18/8/2026) pukul 13.02 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi dampak aktivitas subduksi.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto, menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu terjadi pada kedalaman 35 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° LS; 98,29° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 157 Km arah Tenggara, Nias Selatan.

Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

 

 

Terasa Sampai Padang

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi itu dirasakan dengan skala intensitas IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Tapanuli Utara.

Dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) dirasakan di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan dan Bukittinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.

Sementara dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di rasakan di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli.

Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan.

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya