Penjualan ENRG Tumbuh 18,51% hingga Semester I 2026

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat pertumbuhan penjualan 18,51% dan laba bersih naik 26,37% hingga semester I 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Agustus 2026, 13:41 WIB
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG/EMP) (Foto: PT Energi Mega Persada Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga Juni 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan kinerja keuangan didukung kontribusi yang berkelanjutan dari portofolio aset yang telah berproduksi.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (18/8/2026), PT Energi Mega Persada Tbk mencatat penjualan US$ 283,37 juta hingga semester I 2026. Penjualan perseroan tumbuh 18,51% dari periode sama tahun sebelumnya US$ 239,11 juta.

Beban pokok penjualan naik tipis 5,57% menjadi US$ 163,22 juta hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 154,60 juta. Laba bruto bertambah 42,18% menjadi US$ 120,15 juta hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 84,50 juta.

“EMP membukukan kinerja keuangan yang solid pada semester pertama 2026, didukung oleh kontribusi yang berkelanjutan dari portofolio aset yang telah berproduksi serta peningkatan pendapatan perseroan,” ujar Chief Executive Officer & Presiden Direktur EMP, Syailendra S.Bakrie dikutip dari keterangan resmi, Selasa pekan ini.

Pada masa mendatang, ia menuturkan, pihaknya akan tetap fokus mengoptimalkan aset yang sudah ada, melanjutkan berbagai inisiatif pertumbuhan, serta menjaga disiplin dalam pelaksanaan di lapangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Financial Officer & Wakil Presiden Direktur EMP, Edoardus Ardianto menuturkan, EMP terus menerapkan pendekatan yang prudent dalam mengelola sumber daya keuangan dan kebutuhan pendanaan perseroan. “Kami tetap fokus dalam mendukung kegiatan usaha perseroan, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan dan pengelokaan keuangan yang efektif,” kata Edoardus.

Beban usaha perseroan naik 2,77% menjadi US$ 10,68 juta hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 10,39 juta. Seiring hal itu, laba usaha melompat 47,71% menjadi US$ 109,46 juta hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 74,10 juta. Laba sebelum pajak penghasilan naik 49,44% menjadi US$ 87,22 juta hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 58,36 juta.

 

 

 

Laba ENRG

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akuisisi 100 persen kepemililan di PT Sulawesi Regas Satu (SRGS). SRGS memiliki kontrak untuk sewakan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) pada 27 Juni 2023. (Foto: Energi Mega Persada/EMP)

Seiring hal itu, laba bersih perseroan bertambah 26,37% menjadi US$ 45,22 juta hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 35,78 juta.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 26,61% menjadi US$ 45,23 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$ 35,72 juta.

Laba neto per saham dasar/dilusian diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 0,00171 hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 0,00144.

Ekuitas perseroan naik menjadi US$ 887,54 juta hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar US$ 822,74 juta. Liabilitas perseroan naik menjadi US4 1,08 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar US$ 999,58 juta. Aset perseroan naik menjadi US$ 1,96 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar US$ 1,82 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas US$ 114,73 juta hingga 30 Juni 2026 dari 31 Desember 2025 sebesar US$ 62,24 juta.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya