Kronologi `Geliat` Gunung Kelud Hingga Meletus

Tingkat kegempaan terus meningkat mulai Januari 2014 hingga akhirnya meletus Kamis 13 Februari 2013.

oleh Eko Huda Setyawan diperbarui 14 Feb 2014, 15:56 WIB
Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, meletus Kamis malam tadi. Gunung berketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut itu menyemburkan material hingga setinggi 17 kilometer.

Sebelum meletus pada Kamis kemarin, erupsi Gunung Kelud terjadi pada 2007 silam. Kala itu, letusan bersifat effusif (keluarnya magma dalam bentuk lelehan lava, bukan menyembur). Material hasil letusan tahun 2007 menutup mulut kawah Gunung Kelud.

Pada awal 2014, aktivitas vulkanik Gunung Kelud kembali meningkat. Tingkat kegempaan terus meningkat mulai Januari 2014 hingga akhirnya meletus Kamis 13 Februari 2013.

Hingga saat ini dilaporkan 2 orang tewas terkena dampak letusan Gunung Kelud. Mereka terdapat di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Kedua warga itu tertimpa rumah yang roboh akibat material letusan Gunung Kelud.

Berikut kronologi peningkatan aktivitas Gunung Kelud yang dikutip Liputan6.com dari laman Pemerintah Kabupaten Kediri pada (14/2/2014):

15 Januari 2014

Terjadi peningkatan jumlah kegempaan di Gunung Kelud yang didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Vulkanik Dalam (VA). Gempa vulanik dalam meningkat sejak 15 Januari 2014 dengan kisaran 22-157 kejadian per hari atau rata-rata harian 90 kejadian.

27 Januari 2014

Gempa vulkanik dangkal meningkat signifikan dalam kisaran 13-90 kejadian per hari atau rata-rata 37 kejadian per hari.

2 Februari 2014

Berdasarkan peningkatan kegempaan vulkanik yang cukup signifikan, status Gunung Kelud dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Kegempaan didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Vulkanik Dalam (VA). Radius 2 kilometer dari puncak dikosongkan.

5 Februari hingga 8 Februari 2014

Adanya peningkatan energi sejak tanggal 6 Februari. Gempa tersebar di sekitar Gunung Kelud, dengan kedalaman di bawah 5 kilometer dari bawah puncak dan umumnya terkonsentrasi pada kedalaman 1,5 kilometer sampai 2,5 kilometer.

9 Februari 2014

Terjadi peningkatan energi di mana amplitudo gempa-gempa vulkanik relatif membesar dan jumlah yang meningkat. Kalkulasi hiposenter gempa-gempa vulkanik memperlihatkan sebaran gempa di sekitar Gunung Kelud dengan kedalaman mencapai 3 kilometer di bawah puncak.

10 Februari 2014

Status dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga pada pukul 16.00 WIB.

13 Februari 2014

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Kelud, pukul 21.15 WIB status kegiatan Gunung Kelud dinaikkan dari Siaga (level III) menjadi Awas (level IV). Masyarakat di sekitar Gunung Kelud dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mendekati kawah dan yang ada di puncak Gunung Kelud dalam radius 10 kilometer dari kawah aktif.

Letusan

1. Pukul 22.55 WIB terjadi letusan pertama

2. Pukul 23.00 WIB letusan ke dua

3. Pukul 23.23 WIB letusan ke tiga

4. Pukul 23.29 WIB terjadi letusan besar

5. Pukul 23.36 WIB terjadi hujan batu sampai ke Pare

6. Pukul 23.41 WIB hujan kerikil sampai ke Wates dan Pesantren Kota Kediri

7. Pukul 23.55 WIB hujan kerikil sampai di Simpang Lima Gumul (SLG)

8. Pukul 00.05 WIB hujan kerikil sampai ke Pace, Nganjuk

9. Pukul 01.10 WIB pengungsi dari Trisulo dan Sugihwaras sebanyak 2 truk diungsikan ke posko Utama Convention Center SLG

 (Eks/Yus)

Baca juga:
Abu Vulkanik Gunung Kelud Hingga NTB
Gunung Kelud Meletus, 2 Orang Tewas dan 18 Hilang di Malang
Tertimbun Pasir Kelud 15 Cm, Jalanan Kediri Bak Rute Paris-Dakar

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya