Liputan6.com, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi berbagai capaian dan langkah strategis yang diambil pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kebocoran keuangan, serta perampingan BUMN yang berpotensi menghasilkan penghematan.
Hal itu disampaikan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf dalam amanatnya saat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Parkir Timur Kantor DPTP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Advertisement
"Atas berbagai capaian dan langkah-langkah strategis, PKS sangat mengapresiasi pemerintah Presiden Prabowo," ujar Muzzammil, Senin (17/8/2026).
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD terkait penyampaian RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangan di depan rapat paripurna DPR pada Jumat, 14 Agustus 2026, telah menunjukkan komitmen tegas dalam pemberantasan korupsi.
"Lalu penutupan kebocoran anggaran, penindakan praktik manipulasi, dan penghentian pemborosan sehingga uang negara dapat diselamatkan dan diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat," ucap Muzzammil.
"Beberapa hal yang perlu kita catat pada sambutan Presiden Prabowo tersebut adalah sepanjang 2025, hasil rekomendasi pemeriksaan BPK, pemerintah telah menyelamatkan keuangan sebesar Rp 112 triliun," sambung dia.
Perampingan BUMN
Kedua, lanjut Muzzammil, pemerintah melakukan pembenahan dan perampingan BUMN, dari 1.074 menjadi 300 BUMN hingga akhir 2026. Menurut dia, perampingan tersebut berhasil menghemat Rp 50 triliun dana negara.
"Penutupan kebocoran di sektor sumber daya dengan memberantas praktik under-invoicing dan transfer pricing, jumlah yang tidak benar dan harga yang tidak benar, yang selama ini telah terjadi," kata dia.
"Dan upaya mengonsolidasi seluruh pengadaan barang dan jasa, kementerian lembaga di pusat dan daerah, berpotensi menghasilkan penghematan Rp360 triliun," sambung Muzzammil.
Dia menegaskan, PKS akan mengawal setiap rupiah agar dapat dihemat, diselamatkan, dan diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
"Diperuntukkan untuk pembangunan ruang kelas sekolah, renovasi puskesmas, rumah sakit, penyediaan alat-alat kesehatan, sebagaimana hal ini pun telah menjadi komitmen Presiden Prabowo," jelas Muzzammil.