Megawati Soroti Tambang yang Dikeruk untuk Kepentingan Pribadi

Kekayaan alam Indonesia harus dikelola untuk masa depan dan kesejahteraan rakyat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 Agustus 2026, 13:35 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti pengelolaan tambang dan kekayaan alam Indonesia.

Dia mengingatkan agar sumber daya alam tidak dieksploitasi hanya untuk menguntungkan segelintir orang.

Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato dalam peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Megawati mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, baik di darat maupun laut. Menurutnya, kekayaan tersebut seharusnya dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar dikeruk untuk kepentingan segelintir orang.

“Saya percaya bahwa dengan mengembangkan apa yang ada di darat dan di laut tanpa mengeksploitasi tambang. Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat, tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri,” kata Megawati.

Dia mengingatkan dampak eksploitasi tambang yang hanya mengejar keuntungan pribadi. Menurutnya, jika kekayaan alam terus dikuras tanpa memikirkan kepentingan rakyat, generasi berikutnya yang akan menanggung akibatnya.

“Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah,” ujarnya.

Megawati menyebut kekayaan mineral dan hutan Indonesia sebenarnya bisa menjadi sumber kemakmuran. Karena itu, pengelolaannya harus diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Mineral dan hutan-hutan kita Indonesia bisa makmur sebenarnya dengan sejahtera,” kata Megawati.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam tersebut merupakan bagian dari pekerjaan besar untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka. Dia kemudian mengaitkannya dengan gagasan Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21.

“Inilah yang harus kita capai melalui Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21 yang harus kita persiapkan sebagai penjabaran cita-cita besar kita,” tegasnya.

 

Jadi Momentum Memperkuat Indonesia

Megawati mengatakan, HUT Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan sebagai bangsa. Dia mengajak masyarakat belajar dari sejarah dan menghormati pemikiran para pendiri bangsa.

“HUT Kemerdekaan Indonesia harus menjadi momentum penguatan keyakinan kita sebagai bangsa. Mari kita belajar dari sejarah, mari kita hormati dan gunakan pemikiran para pendiri bangsa, mari kita bangun manusia Indonesia sejatinya,” ujarnya.

Megawati menegaskan, cita-cita kemerdekaan belum selesai. Indonesia, kata dia, masih memiliki pekerjaan sejarah untuk mewujudkan bangsa yang mampu berdiri di atas kaki sendiri.

“Sebab cita-cita Indonesia merdeka bukanlah mimpi belaka dan mimpi itu bukanlah mimpi masa lalu. Ia adalah pekerjaan sejarah yang belum selesai,” katanya.

Dia kemudian mengingatkan pengorbanan para pejuang yang menyerahkan jiwa dan raga sebelum Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Megawati meminta generasi muda tidak melupakan mereka.

“Coba kamu datang ke taman-taman pahlawan. Tolong kamu berikan bunga, doa. Tapi coba lihat banyak nisan-nisan di taman pahlawan itu yang tidak bernama,” tuturnya.

Menurut Megawati, banyak pejuang yang gugur tanpa sempat menikmati Indonesia yang mereka perjuangkan.

“Mereka jiwa raga diserahkan kepada yang namanya belum ada Indonesia. Itulah namanya jiwa perjuangan,” katanya.

Megawati pun berharap semangat perjuangan tersebut menjadi pijakan bagi Indonesia untuk terus berkembang sebagai bangsa yang mandiri.

“Sebab Indonesia ditakdirkan lahir sebagai bangsa pejuang. Bangsa yang seharusnya bisa lebih berdiri di atas kaki sendiri, berdisiplin tinggi, dan menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia ini,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya