Komisaris Utama MEDS Lepas 3 Juta Saham, Ini Tujuannya

Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) Jemmy Kurniawan kini mengenggam 54,55% saham MEDS.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Agustus 2026, 09:48 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), Jemmy Kurniawan menjual saham MEDS pada pertengahan Agustus 2026. Aksi itu dilakukan untuk mengurangi jumlah saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (17/8/2026),  Komisaris Utama MEDS Jemmy Kurniawan melepas 3 juta saham dengan harga Rp 72-Rp 73 per saham pada 13 Agustus 2026.

Tahap pertama, ia melepas 2 juta saham dengan harga Rp 72 per saham sehingga nilai penjualan Rp 144 juta saham. Tahap kedua, ia menjual 1 juta saham dengan harga Rp 73 per saham sehingga nilai penjualan Rp 73 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham MEDS mencapai Rp 216 juta.

"Tujuan transaksi pengurangan jumlah saham, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham MEDS, Jemmy memiliki 54,55% saham MEDS atau setara 852,31 juta saham MEDS. Sebelumnya, ia memiliki 54,74% saham MEDS atau setara 855,31 juta saham MEDS.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Jemmy Kurniawan sebagai pengendali dan akan mempertahankan pengendali.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Jumat, 14 Agustus 2026, harga saham MEDS turun 1,37% menjadi Rp 72 per saham. Harga saham MEDS dibuka stagnan Rp 73 per saham. Saham MEDS berada di level tertinggi Rp 75 dan terendah Rp 71 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.399  kali dengan volume perdagangan saham 230.550 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,7 miliar.

 

 

Komisaris Utama MEDS Lepas 6 Juta Saham

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) Jemmy Kurniawan melepas saham MEDS pada 7 Agustus 2026. Penjualan saham ini dilakukan untuk mengurangi jumlah saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (11/8/2026), Jemmy melepas 6 juta saham dengan tiga kali transaksi pada 7 Agustus 2026. Kisaran harga saham yang dilepas di Rp 73-Rp 75 per saham. Nilai transaksi penjualan saham mencapai Rp 442,27 juta.

“Tujuan transaksi pengurangan jumlah saham dengan status kepemilikan saham,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham MEDS, ia memiliki 55,16% saham MEDS atau setara 861,82 juta saham. Sebelumnya, ia memiliki 55,54% saham MEDS atau setara 867,82 juta saham MEDS.

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Senin, 10 Agustus 2026. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang melemah dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini.

 

 

 

Sentimen IHSG

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,69% menjadi 6.365,37. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,96% menjadi 634,12. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.462,73 dan level terendah 6.362,75. Sebanyak 329 saham melemah sehingga bebani IHSG. 287 saham menguat dan 180 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi 0,69% ditengah pergerakan bursa regional yang mayoritas menguat, di sisi lain nilai tukar rupiah juga menguat terhadap dolar Amerika Serikat di level 17.800.

"Kami mencermati, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih tertahan area resist 6.454 dan adanya aksi profit taking setelah selama sepekan kemarin IHSG menguat 2,78%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya