Liputan6.com, Washington, DC - Penyelidikan mengungkap pecahan mesin menghantam dan merusak jendela kabin pesawat Ryanair dalam penerbangan dari Thessaloniki, Yunani, menuju Munich, Jerman, pada Juli lalu. Kerusakan itu menyebabkan sebagian tubuh seorang penumpang sempat tersedot keluar dari pesawat.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), seperti dilaporkan Anadolu, mengungkap temuan tersebut dalam laporan yang dirilis Kamis (13/8/2026).
Advertisement
Menurut NTSB, salah satu bilah kipas pada mesin kanan pesawat terlepas. Pecahan mesin kemudian menghantam badan pesawat dan stabilisator horizontal di sisi kanan bagian ekor.
Pecahan tersebut menembus badan pesawat di dua titik. Salah satunya mengenai jendela kabin penumpang di baris 11 hingga seluruh bagian jendela terlepas. Titik kerusakan lainnya berada di bagian bawah badan pesawat, di belakang sambungan sayap kanan dengan badan pesawat.
Akibat kerusakan pada jendela, sebagian tubuh penumpang yang duduk di kursi 11F sempat tersedot keluar. Sejumlah penumpang kemudian membantu menariknya kembali ke dalam kabin.
Penyelidik menemukan sisa-sisa burung, termasuk bulu, di sejumlah bagian mesin.
Insiden terjadi saat pesawat sedang menanjak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Thessaloniki. Penerbangan tersebut dioperasikan Malta Air atas nama Ryanair.
Penumpang yang terdampak mengalami luka-luka. Pesawat kemudian kembali ke Thessaloniki dan mendarat dengan selamat.