Kemenhub Tingkatkan Pemantauan Infrastruktur Pelabuhan Usai Gempa NTT

Kemenhub memastikan fasilitas yang mengalami keretakan hingga indikasi kerusakan struktural tidak dioperasikan hingga dinyatakan aman.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 16 Agustus 2026, 22:43 WIB
Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores di Pelabuhan Laurensius Say di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau dan memeriksa kondisi infrastruktur pelabuhan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) usai gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengatakan keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam penanganan pelabuhan terdampak gempa.

"Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Masyhud dalam keterangan, Minggu (16/8/2026).

Masyhud menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan selama 24–48 jam. Pemeriksaan mencakup struktur dermaga, trestle, apron, fender, bollard, terminal penumpang, fasilitas listrik dan BBM, peralatan bongkar muat, alur pelayaran, hingga akses menuju pelabuhan.

"Fasilitas yang mengalami keretakan, deformasi, atau indikasi kerusakan struktural, tidak dioperasikan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan teknis,” tegasnya.

Sejumlah pelabuhan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa. Di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, sebagian dermaga dan bangunan terminal penumpang roboh. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang bersandar dan telah dilakukan pengamanan terhadap kapal, penumpang, awak kapal, serta area terdampak.

Di Labuan Bajo, keretakan ditemukan pada tembok dan dermaga Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Keretakan juga terjadi pada bangunan kantor dan gudang Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu. Setelah BMKG mencabut peringatan dini tsunami, pelayaran kembali dibuka dan fasilitas pelabuhan dapat digunakan.

 

 

Faktor Keselamatan

Sementara itu, Pelabuhan Marapokot mengalami penurunan elevasi pada causeway dan dermaga eksisting serta keruntuhan pagar pembatas. Kerusakan ringan hingga sedang juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Reo, Ende, dan Waingapu. Adapun Pelabuhan Larantuka dilaporkan aman dan tidak mengalami kerusakan.

Masyhud menegaskan pemeriksaan akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan sekaligus menjaga konektivitas transportasi laut di NTT.

“Keselamatan harus menjadi prioritas kita bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, khususnya di area pelabuhan yang masih dalam proses pemeriksaan,” pungkas Masyhud.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya