Liputan6.com, Bogota - Seorang anak perempuan berusia 3 tahun berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup di Cali, Kolombia bagian barat, setelah lebih dari 100 jam tertimbun reruntuhan. Ia ditemukan jauh setelah melewati 72 jam pertama, periode yang biasanya dianggap paling krusial untuk menemukan korban selamat seusai gempa besar.
Menurut laporan aktualitet.al, anak tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh tim penyelamat di kawasan Tequendama. Proses penyelamatan itu disambut tepuk tangan dan sorak-sorai orang-orang yang berada di lokasi.
Advertisement
Media Kolombia melaporkan, anak perempuan itu langsung dibawa ke rumah sakit setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.
Sementara itu, seorang pria berusia 75 tahun bernama Jorge berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dari reruntuhan di Pereira pada Jumat (14/8). Menurut sejumlah saksi yang menyaksikan proses evakuasi, operasi penyelamatan dipimpin oleh tim Urban Search and Rescue (USAR) Kolombia.
Berdasarkan pihak berwenang setempat, gempa pada Senin merupakan yang terkuat di Kolombia sepanjang abad ini.
Menurut laporan Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana Kolombia (UNGRD) di platform media sosial X, Sabtu (16/8), jumlah korban tewas akibat gempa Kolombia bertambah menjadi 294 orang. UNGRD menyebut 3.935 orang terluka, sementara 320 orang masih dinyatakan hilang.
Pencarian terhadap ratusan orang yang masih dinyatakan hilang menjadi salah satu fokus utama operasi penyelamatan.
Pihak berwenang juga masih mendata kerusakan infrastruktur dan kebutuhan warga di daerah terdampak seiring berlanjutnya penanganan bencana.