Liputan6.com, Jakarta - Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) berdampak pada infrastruktur telekomunikasi setempat.
Operator seluler XLSmart melaporkan setidaknya 91 Base Transceiver Station (BTS) milik perusahaan teridentifikasi mengalami gangguan di beberapa kawasan.
Advertisement
Group Head of Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di NTT.
"XLSmart menyampaikan keprihatinan atas peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kami berharap masyarakat yang terdampak senantiasa dalam kondisi aman," ujar Reza dalam pernyataan resminya, Minggu (16/8/2026).
Berdasarkan pemantauan awal yang dilakukan tim internal operator, dampak getaran gempa terdeteksi mengganggu operasional puluhan menara pemancar.
Sejumlah titik di empat kabupaten menjadi wilayah utama yang mengalami kendala sinyal dan penurunan kualitas jaringan, antara lain:
- Kabupaten Ende
- Kabupaten Sikka
- Kabupaten Flores Timur
- Kabupaten Lembata
Tim Teknis Terjun ke Lokasi Terdampak
Reza menjelaskan bahwa kendala teknis tersebut kini tengah dalam penanganan serius. Tim teknis XLSmart sudah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pengecekan, penanganan, serta pemulihan konektivitas secara bertahap.
Kendati demikian, proses pemulihan infrastruktur jaringan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi geografis dan ketersediaan akses di lapangan pascagempa.
Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Di samping target percepatan pemulihan sinyal agar kembali normal, Reza menegaskan bahwa aspek keselamatan jiwa tetap menjadi landasan utama dalam seluruh operasional pemulihan bencana kali ini.
"Keselamatan masyarakat dan tim yang bertugas di lapangan menjadi prioritas utama XLSmart selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung," ia menegaskan.
Manajemen XLSmart memastikan bakal memantau perkembangan situasi dan kondisi jaringan secara berkala dari waktu ke waktu.
Perusahaan berkomitmen untuk terus menyampaikan pembaruan informasi secara transparan seiring dengan kemajuan proses perbaikan teknis di lapangan.