Detik-Detik Gempa NTT, Bangunan Roboh Timpa 3 Warga

Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh. Warga yang berada di dalam tertimpa.

oleh Tim NewsDiterbitkan 15 Agustus 2026, 09:18 WIB
Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi tiga korban tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Sabtu (15/8).

Edy mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka.

Bangunan tersebut dilaporkan roboh pascagempa yang pusatnya berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, pagi ini.

"Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh. Warga yang berada di dalam tertimpa," kata dia.

Kantor SAR Maumere mengonfirmasi korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Meliana Nenong (54), seorang perempuan.

Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD T.C. Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis dan pemulasaraan.

Edy menjelaskan tim SAR gabungan, termasuk personel Kantor SAR Maumere, saat ini dikerahkan ke pusat dampak di Kabupaten Nagekeo serta lokasi terdampak lainnya guna memperluas penyisiran dan evakuasi.

Basarnas terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta unsur TNI-Polri untuk mengonsolidasikan pendataan seluruh korban dan memastikan penanganan darurat di lapangan berjalan cepat.

 

Masyarakat Diminta Menjauhi Gedung yang Retak dan Hampir Ambruk

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026 (Basarnas)

BMKG mengungkapkan gempa bumi di Mbay, Nagekeo, dan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan kerusakan pada berbagai bangunan di wilayah Maumere hingga Labuan Bajo.

"Ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo, sekitar IV-V MMI," kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, di YouTube BMKG, Sabtu (15/8/2026).

Teguh menyebut kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Maumere dan hotel di Labuan Bajo.

“Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitar VI-VII MMI, BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak," kata dia.

Selain itu, BMKG mencatat sebanyak 37 gempa susulan setelah gempa M 7,7 di Mbay, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa susulan terkuat tercatat bermagnitudo 6,2.

"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," kata BMKG.

BMKG meminta masyarakat menghindari gedung yang retak akibat gempa.

"Menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," katanya.

 

Bandara Frans Sales Lega Ruteng Rusak Diguncang Gempa M 7,7

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Bandar Udara Frans Sales Lega, yang melayani penerbangan di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pagi sekitar pukul 04.58 WIB.

Kerusakan terlihat pada bagian atap bangunan terminal. Sejumlah panel atap dan genting terlepas dan berjatuhan ke area sekitarnya. Beberapa bagian dinding juga terlihat mengalami retakan, namun landasan pacu dilaporkan belum mengalami kerusakan yang mengganggu operasional.

Saat gempa berlangsung, petugas bandara yang sedang bertugas langsung berlindung di tempat aman dan segera melakukan evakuasi mandiri. Aktivitas penerbangan untuk sementara dihentikan sementara petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas dan keselamatan operasi penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Frans Sales Lega Punto Widaksono menyatakan tim teknis sedang melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari struktur bangunan, sistem kelistrikan, hingga peralatan navigasi.

“Kami belum bisa memastikan kapan operasi kembali normal sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar,” ujarnya.

Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer dan sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut. Guncangan terasa kuat hingga ke Ruteng. Selain merusak bandara, gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan lain, seperti kampus Unika Santu Paulus dan gedung pemerintahan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk memantau informasi resmi terkait jadwal penerbangan yang mungkin mengalami perubahan sementara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya