Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran

Harga minyak dunia naik setelah AS mengancam isolasi ekonomi Iran dan blokade pelabuhan Iran tanpa batas waktu.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Agustus 2026, 08:30 WIB
Sebuah perahu motor kecil melewati kapal-kapal yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Kamis, 11 Juni 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat setelah Amerika Serikat (AS) menyatakan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dapat berlangsung tanpa batas waktu. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran arus energi melalui Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Sabtu (15/8/2026), harga minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, naik 1,7% menjadi US$ 88,52 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 1,4% dan ditutup di level US$ 82,40 per barel.

Kedua harga acuan tersebut sempat turun sekitar 2% pada perdagangan Kamis. Namun, secara mingguan, Brent dan WTI masih mencatat kenaikan lebih dari 5%.

Penguatan harga minyak pada Jumat terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan adanya sejumlah langkah yang ditujukan untuk menciptakan “isolasi ekonomi” terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan Newsmax, Bessent mengatakan langkah-langkah tersebut “have never been seen” atau belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan Bessent disampaikan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan AS dapat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran tanpa batas waktu.

Ancaman tersebut muncul setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pada Kamis malam bahwa Iran menyerang dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) yang sedang melintas di Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut membuat perhatian pasar kembali tertuju pada Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global.

 

Harga Minyak Sempat Melemah

Seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Pada perdagangan Kamis, harga minyak justru sempat melemah setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan ekspor minyak yang melewati Selat Hormuz saat ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah perkiraan independen.

Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan minyak akibat ketegangan di kawasan tersebut.

Namun, perkembangan terbaru kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran arus minyak melalui selat tersebut.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) pada Rabu memperkirakan permintaan minyak global akan mengalami penurunan lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini.

IEA menyebut tekanan terhadap aktivitas dan arus energi di sekitar Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek permintaan minyak global.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia. Karena itu, setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran pasar dan berpotensi mendorong volatilitas harga minyak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya