Liputan6.com, Roma - Salah satu ledakan terbesar yang pernah terjadi di sebuah gereja tercatat di Gereja San Nazaro, Brescia, Italia, pada 18 Agustus 1769. Petir yang menyambar menara gereja memicu ledakan dahsyat setelah menyulut sekitar 90 ribu kilogram bahan peledak yang disimpan di ruang bawah tanah.
Dikutip dari Standing Well Back, Selasa (18/8/2026), ledakan tersebut menghancurkan sebagian besar wilayah kota dan menewaskan hingga 3.000 orang.
Advertisement
Peristiwa itu juga menjadi pengingat akan bahaya menyimpan bahan peledak tanpa perlindungan memadai dari sambaran petir. Dua dekade sebelumnya, pada 1751, Benjamin Franklin diketahui menjadi orang pertama yang memicu bahan peledak menggunakan listrik.
Penelitian Franklin kemudian berkontribusi pada perkembangan sistem pemicu listrik modern untuk bahan peledak dan amunisi. Namun, penelitiannya mengenai listrik juga membuatnya semakin memahami bahaya sambaran petir terhadap gudang penyimpanan amunisi.
Setelah tragedi Brescia, Franklin aktif memberikan saran kepada sejumlah pemerintah Eropa mengenai sistem perlindungan petir untuk gudang amunisi.