Liputan6.com, Jakarta - Di tengah derasnya tren kuliner yang silih berganti, sejumlah dessert legendaris tetap menemukan jalannya untuk bertahan. Usia panjang bukan satu-satunya alasan sebuah kuliner terus dicari.
Cita rasa yang konsisten, resep warisan, kualitas bahan, serta kemampuan membaca selera konsumen menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.
Advertisement
Toko Oen Semarang yang berdiri sejak 1936 dan Wingko Babat Cap Kelapa Hijau asal Lamongan sejak 1918 menjadi dua contoh kuliner yang mampu menjaga karakter rasa selama puluhan tahun.
Keduanya telah melewati beberapa generasi tanpa kehilangan identitas yang membuat pelanggan datang kembali. Toko Oen kini dikelola generasi keempat dan telah berusia sekitar 90 tahun.
Jenny, pemilik Toko Oen, mengatakan resep dari generasi pertama tetap menjadi pegangan hingga kini. Penggunaan bahan alami tanpa pengawet turut dipertahankan untuk menjaga cita rasa yang menjadi ciri khasnya.
"Yang membuat customer Toko Oen kembali lagi adalah ciri khas kita, kue kita dengan rasa autentik jadulnya. Resep kita turun-temurun dari generasi pertama sampai sekarang, jadi belum ada perubahan sama sekali," ujar Jenny saat ditemui di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Perjalanan serupa terlihat pada Wingko Babat Cap Kelapa Hijau yang telah melewati lima generasi. Alex, owner Toko Kelapa Hijau, menyebut mutu, kualitas, dan rasa sebagai warisan yang terus dijaga.
Kisah keduanya memperlihatkan bahwa resep warisan dapat menjadi akar yang menjaga identitas, sementara cara memperkenalkan produk pada konsumen terus berkembang mengikuti zaman.
Menyatu dengan Coffee Shop
Toko Oen mencoba menjembatani warisan kuliner dengan kebiasaan nongkrong generasi masa kini. Konsep coffee shop menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pengalaman menikmati dessert legendaris dalam suasana yang lebih santai dan modern.
Sejumlah cabang Toko Oen memadukan unsur klasik dengan sentuhan kekinian. Kehadiran kopi melengkapi pengalaman tersebut, membuat pelanggan dapat menikmati sajian yang telah dikenal lintas generasi sambil menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.
Inovasi juga terlihat dari pilihan menu yang semakin beragam. Beberapa varian baru dibuat untuk mengikuti selera konsumen saat ini, seperti es krim rasa red velvet yang hadir berdampingan dengan menu klasik.
Cara tersebut membuat Toko Oen tetap mempertahankan akar tradisinya tanpa terasa jauh dari generasi muda. Identitas kuliner yang telah dibangun sejak lama tetap menjadi daya tarik, sementara konsep modern membuka ruang bagi pengalaman baru.
Hadirkan Varian untuk Generasi Muda
Wingko Babat Kelapa Hijau memilih berinovasi tanpa meninggalkan karakter yang telah membuatnya dikenal selama lebih dari satu abad. Rasa dan adonan dasar tetap dipertahankan, sementara varian baru seperti matcha, kopi, dan keju dihadirkan untuk mengikuti selera generasi muda.
"Kalau kami tidak merevolusi habis, kita juga akan dimakan zaman. Kami melakukan inovasi yang total," ujar Alex.
Perubahan tersebut tidak menyentuh resep utama, melainkan diterapkan melalui kemasan, bentuk, tampilan, serta pilihan rasa. Strategi ini menjadi cara Wingko Babat Kelapa Hijau menjaga relevansi di tengah maraknya kuliner modern.
Kualitas bahan juga tetap menjadi perhatian. Varian berbahan buah, seperti nangka dan durian, hanya diproduksi ketika bahan bakunya berada dalam kondisi baik.
Wingko tidak menggunakan esens sebagai pengganti ketika kualitas buah sedang tidak memenuhi standar. Dengan cara tersebut, inovasi berjalan beriringan dengan komitmen menjaga cita rasa.
Tantangan Menjaga Warisan di Tengah Perubahan Zaman
Di balik usia panjangnya, Toko Oen dan Wingko Babat Cap Kelapa Hijau tetap menghadapi tantangan untuk menjaga eksistensi di tengah perubahan selera konsumen. Pola konsumsi yang semakin cepat, praktis, dan dipengaruhi tren media sosial membuat kuliner legendaris perlu menemukan cara baru untuk tetap dekat dengan pelanggan.
Toko Oen perlu mempertahankan atmosfer tempo dulu yang menjadi bagian dari daya tariknya, sembari menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pengunjung masa kini. Tantangannya bukan sekadar menjaga menu, tapi juga merawat suasana yang membuat pelanggan merasa tengah menyusuri jejak masa lalu.
Wingko Babat Cap Kelapa Hijau menghadapi persaingan dari beragam camilan modern. Inovasi rasa menjadi salah satu jalan untuk menjangkau konsumen baru.
Identitas rasa asli tetap menjadi batas yang tidak boleh terlewati agar setiap pengembangan tidak menghilangkan karakter yang telah diwariskan lintas generasi.