Liputan6.com, Seoul - Bandara Incheon di Korea Selatan menjadi bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional pada paruh pertama 2026. Salah satu faktor yang turut mendorong lonjakan tersebut adalah terganggunya lalu lintas penerbangan di Timur Tengah akibat konflik Iran.
Dikutip dari The Guardian, Sabtu (15/8/2026), bandara yang menjadi pintu gerbang utama Korea Selatan dan berjarak sekitar 48 kilometer di sebelah barat Seoul itu melayani 38,39 juta penumpang internasional dalam enam bulan pertama 2026. Angka tersebut merupakan data awal yang dihimpun Airports Council International (ACI), organisasi perdagangan global untuk bandara.
Advertisement
Bandara Heathrow di Inggris menempati posisi kedua dengan 37,79 juta penumpang, disusul Bandara Changi di Singapura dengan 34,53 juta penumpang.
Ini menjadi pertama kalinya Incheon memuncaki peringkat penumpang internasional dunia sejak dibuka pada 2001. Pada 2002, Incheon berada di posisi ke-10, kemudian naik ke posisi kelima pada 2018 dan menempati peringkat ketiga pada 2024 serta 2025.
Menurut Incheon International Airport Corporation (IIAC), peningkatan tersebut sebagian dipengaruhi gangguan penerbangan akibat konflik Amerika Serikat-Iran. Kondisi itu melemahkan peran sejumlah hub penerbangan di Timur Tengah, seperti Dubai, sekaligus mengalihkan sebagian lalu lintas penumpang transit ke rute alternatif melalui Asia Timur.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang internasional di Incheon meningkat 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bertambahnya jumlah wisatawan asing juga turut mendorong kenaikan tersebut.
Penumpang asing menyumbang 39,3 persen dari total penumpang Incheon pada paruh pertama tahun ini, meningkat dari 35,2 persen sepanjang 2025. Porsinya bahkan mencapai rekor 44,4 persen pada kuartal kedua. Media lokal melaporkan, IIAC mengaitkan peningkatan tersebut terutama dengan bertambahnya jumlah pengunjung dari China dan Jepang.
Sementara itu, Heathrow di London barat mencatat total 40 juta penumpang pada paruh pertama tahun ini, termasuk penumpang domestik dan internasional. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi untuk periode enam bulan pertama dalam sejarah bandara itu.
Lalu lintas penumpang Heathrow menuju kawasan Asia-Pasifik meningkat 7,9 persen. Namun, kapasitas penerbangan menuju Timur Tengah dilaporkan turun 16,5 persen akibat konflik di kawasan tersebut.
Istanbul Salip Heathrow
Awal pekan ini, Istanbul juga menyalip Heathrow sebagai bandara tersibuk di Eropa berdasarkan jumlah penumpang secara keseluruhan. Data yang dirilis Selasa menunjukkan 7,9 juta penumpang melewati terminal Heathrow sepanjang Juli, sementara Istanbul mencatat 8,15 juta penumpang.
Incheon juga terus memperluas perannya sebagai hub internasional. Bandara tersebut melayani 101 maskapai yang menghubungkan 183 kota, termasuk 158 destinasi penumpang internasional.
Ekspansi dalam empat tahap yang rampung pada akhir 2024 meningkatkan kapasitas tahunan Incheon menjadi 106 juta penumpang.
Penjabat Presiden IIAC Kim Beom-ho mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan dukungan pemerintah, dorongan masyarakat, serta kerja keras seluruh pihak yang bertugas di bandara.
Korea Selatan juga memiliki klaim atas rute penerbangan tersibuk di dunia. Rute domestik antara Bandara Gimpo dan Pulau Jeju memiliki 14,4 juta kursi yang dijadwalkan pada 2025, menurut penyedia data penerbangan OAG. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan rute penerbangan lainnya di dunia.