Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 2,4 juta warga Singapura yang memenuhi syarat akan menerima bantuan tunai khusus sebesar 400 hingga 600 dolar Singapura atau sekitar Rp 8,3 juta mulai 9 September mendatang. Bantuan disalurkan untuk membantu mengatasi kenaikan biaya hidup.
Bantuan Khusus Biaya Hidup (Cost-of-Living Special Payment) yang telah diumumkan di Parlemen pada April lalu ini merupakan bagian dari dana senilai hampir 1 miliar dolar Singapura yang dialokasikan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga, sekaligus memberikan dukungan yang lebih luas bagi rumah tangga dan pelaku usaha.
Advertisement
Mengutip The Star, Jumat (14/8/2026), untuk mendapatkan bantuan ini, penerima harus berstatus sebagai warga negara Singapura yang berdomisili di Singapura dan berusia minimal 21 tahun pada tahun 2026. Selain itu, penghasilan kena pajak pada tahun pajak 2025 tidak boleh melebihi 100.000 dolar Singapura, serta tidak memiliki lebih dari satu properti.
Pihak Kementerian Keuangan Singapura (Ministry of Finance) menyatakan bahwa besaran bantuan yang diterima akan bertingkat disesuaikan dengan Nilai Tahunan (Annual Value) dari tempat tinggal yang tercantum pada NRIC (KTP Singapura) penerima per 31 Desember 2025. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat lebih menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai contoh, warga Singapura dewasa yang tempat tinggalnya memiliki Nilai Tahunan di atas 31.000 dolar Singapura akan menerima 400 dolar Singapura, dengan catatan penghasilan kena pajaknya maksimal 100.000 dolar Singapura. Sementara itu, warga Singapura dewasa dengan tempat tinggal bernilai tahunan hingga 15.000 dolar Singapura dan memiliki penghasilan kena pajak hingga 22.000 dolar Singapura akan menerima 600 dolar Singapura.
Warga dapat memeriksa kelayakan mereka melalui situs web govbenefits dengan masuk menggunakan akun Singpass. Masyarakat juga diimbau untuk menghubungkan NRIC mereka ke layanan PayNow paling lambat 30 Agustus agar dapat menerima pembayaran lebih awal.
Penerima lainnya akan mendapatkan pembayaran melalui GIRO paling lambat 17 September dan melalui GovCash paling lambat 24 September.
Penerima yang memenuhi syarat akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS sebelum dan sesudah dana bantuan dikreditkan. Bagi warga yang tidak memiliki nomor ponsel terdaftar di Singpass, pemberitahuan akan dikirimkan melalui surat ke alamat yang tertera pada NRIC mereka.
SMS Bersifat Informasi
MOF menegaskan bahwa pemberitahuan SMS dari pengirim "gov.sg" hanya bersifat menginformasikan hak bantuan warga. Warga tidak akan diminta untuk membalas SMS, mengklik tautan apa pun, atau memberikan informasi pribadi kepada pengirim.
Kementerian juga menekankan bahwa pejabat pemerintah tidak akan pernah meminta masyarakat untuk mentransfer uang atau membeberkan rincian akses perbankan (login) melalui telepon.
Paket dukungan senilai 1 miliar dolar Singapura ini merupakan tambahan di luar alokasi 155 miliar dolar Singapura yang telah disetujui sebelumnya dalam Anggaran 2026, yang menjadi anggaran terbesar dalam sejarah Singapura.
Selain itu, sebagai bagian dari langkah dukungan yang diumumkan pada April lalu, para pekerja platform aktif, pengemudi mobil sewaan swasta, serta pengemudi taksi telah mulai menerima bantuan tunai sebesar 200 dolar Singapura sejak akhir bulan tersebut. Bantuan ini diberikan untuk meringankan dampak terhadap pendapatan mereka yang tergerus akibat lonjakan tajam harga bahan bakar pascaserangan AS dan Israel terhadap Iran.
Penyaluran Voucer CDC
Tak hanya itu, pada Juni lalu, Pemerintah juga mempercepat penyaluran voucer CDC senilai 500 dolar Singapura lebih awal setengah tahun bagi sekitar 1,38 juta rumah tangga untuk membantu pengeluaran harian mereka.
Secara terpisah, pada 29 Juli, Menteri Kedua Keuangan Jeffrey Siow mengumumkan bahwa rumah tangga dan pelaku usaha akan mendapatkan tambahan dukungan pemerintah sebesar 900 juta dolar Singapura untuk meredam dampak lanjutan dari tingginya harga energi akibat ketidakpastian di Timur Tengah.
Dukungan tersebut mencakup tambahan voucer CDC sebesar 300 dolar Singapura untuk setiap rumah tangga, serta potongan harga (rebate) tambahan pada Oktober 2026 dan Januari 2027 untuk meringankan lonjakan tagihan listrik dan air.