Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) anjlok pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Harga emas Antam hari ini merosot Rp 36.000.
Mengutip laman logam mulia, harga emas Antam dibanderol menjadi Rp 2.664.000 per gram dibanding Kamis kemarin di posisi Rp 2.700.000 per gram.
Advertisement
Demikian juga harga buyback atau beli kembali emas Antam ikut turun sebesar Rp 36.000. Harga buyback emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.510.000 per gram.
Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku apabila pemilik emas menjual kembali logam mulianya kepada Antam. Adapun harga emas yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.
Perlu diketahui, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026), yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram.
Seluruh informasi harga emas tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.
Rincian Harga Emas Antam
- 0,5 gram: Rp 1.382.000
- 1 gram: Rp 2.664.000
- 2 gram: Rp 5.278.000
- 3 gram: Rp 7.899.000
- 5 gram: Rp 13.135.000
- 10 gram: Rp 26.190.000
- 25 gram: Rp 65.310.000
- 50 gram: Rp 130.455.000
- 100 gram: Rp 260.760.000
- 250 gram: Rp 651.590.000
- 500 gram: Rp 1.302.900.000
- 1.000 gram: Rp 2.604.600.000.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia turun hampir 1% pada Kamis, 13 Agustus 2026 (Jumat pagi Jakarta). Koreksi harga emas dunia terjadi seiring investor merealisasikan keuntungan setelah harga sempat mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Hal ini menyusul data inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai harapan yang meredam perkiraan kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS bulan depan.
Mengutip harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 4.366,38 per ons. Sebelumnya dalam sesi perdagangan itu, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni di US$ 4.449,39. Kontrak berjangka emas AS melemah 1% menjadi US$ 4.423,60.
"Level 4.500 merupakan titik resistensi yang kuat bagi emas. Harga sempat menyentuhnya dua kali dan kemudian anjlok dari titik tersebut; saat ini, para pedagang merasa waswas saat harga mendekati level 4.500," ujar Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Indeks Harga Produsen (PPI) AS tercatat tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa, yang mengindikasikan tekanan inflasi mungkin masih akan berlanjut.
Data tersebut menyusul laporan harga konsumen pada Rabu, yang menunjukkan inflasi AS naik 3,4% dalam periode 12 bulan hingga Juli turun dari 3,5% pada Juni dan sesuai dengan perkiraan para ekonom.
Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 34% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September, turun dari 40% sesaat setelah data PPI dirilis, menurut CME FedWatch Tool.
Para pengambil kebijakan The Fed kemungkinan besar tidak merasa perlu segera menaikkan suku bunga bulan depan setelah inflasi melambat selama dua bulan berturut-turut.
Namun, pada Rabu, Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, menegaskan kembali perlunya menaikkan suku bunga "saat ini juga".
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang (opportunity cost) dari kepemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
"(Harga emas) sempat melonjak cukup signifikan sebesar 9% dalam seminggu didorong oleh pembelian dari Tiongkok dan sektor ritel; kini terlihat adanya aksi ambil untung di sekitar level rata-rata pergerakan (moving average) 100 hari," kata analis independen Tai Wong.
Sementara itu, harga minyak turun pada Kamis karena investor menimbang prospek permintaan global yang lebih lemah tahun ini di tengah gangguan pasokan.