Liputan6.com, Jakarta - Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menunda rapat yang sedianya digelar pada Jumat (14/8/2026) untuk membahas aturan kripto tanpa mengumumkan jadwal pengganti.
Dalam rapat tersebut, para komisaris diperkirakan akan mempertimbangkan proposal mengenai pengecualian khusus bagi kontrak investasi kripto tertentu. Seorang juru bicara SEC menyebut perubahan jadwal terjadi karena masalah penjadwalan yang tidak terduga.
Advertisement
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (14/8/2026), rapat terbuka yang dijadwalkan pada 14 Agustus 2026 kini tercantum dengan status dibatalkan.
Menurut jurnalis Fox Business Eleanor Terrett, rapat yang dibatalkan itu diperkirakan akan membahas kerangka penawaran (offering framework) bagi startup kripto.
Usulan tersebut berpotensi mengurangi sebagian persyaratan registrasi tradisional bagi penerbit token dan proyek aset digital tahap awal yang memenuhi kriteria tertentu.
Terrett menulis melalui media sosial:
“SEC berkomitmen menjalankan agenda Presiden untuk menghadirkan kepastian bagi ruang kripto. Karena masalah penjadwalan yang tidak terduga, rapat terbuka besok dibatalkan.”
SEC Pertimbangkan Safe Harbor untuk Penjualan Token
Ketua SEC Paul Atkins sebelumnya pernah membahas konsep safe harbor untuk penjualan token serta pengecualian khusus bagi startup yang dirancang sesuai kebutuhan industri aset digital.
Skema tersebut dapat memungkinkan perusahaan yang memenuhi syarat untuk menghimpun modal dalam jumlah terbatas atau beroperasi selama periode tertentu dengan persyaratan regulasi yang lebih ringan.
Rencana aturan kripto SEC ini merupakan bagian dari perubahan kebijakan aset digital yang lebih luas di bawah kepemimpinan Atkins.
Selain itu, SEC juga tengah mengembangkan pengecualian inovasi bagi produk keuangan berbasis blockchain dan berbagai model bisnis aset digital lainnya.
Bila diterapkan, pendekatan tersebut dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan rintisan untuk mengembangkan teknologi blockchain tanpa langsung menghadapi seluruh kewajiban regulasi yang biasanya berlaku bagi penawaran sekuritas tradisional.
Meski demikian, pembahasan dalam rapat yang ditunda itu masih berfokus pada usulan pengecualian penawaran, bukan pada pengesahan aturan final yang langsung berlaku.
Agenda Regulasi Kripto AS Masih Menunggu Keputusan Lanjutan
Penundaan rapat SEC terjadi ketika Kongres Amerika Serikat juga belum melanjutkan pembahasan legislasi pasar kripto yang lebih luas.
Senat memasuki masa reses Agustus tanpa melakukan pemungutan suara terhadap CLARITY Act, sehingga rancangan undang-undang mengenai struktur pasar kripto baru diperkirakan kembali dibahas pada September 2026.
Pemisahan ini penting karena aturan SEC dan undang-undang Kongres mengatur bagian yang berbeda dalam kerangka regulasi aset digital.
SEC memiliki kewenangan untuk menjalankan proses pembuatan aturan di tingkat lembaga, sedangkan Kongres dapat menetapkan aturan pasar yang bersifat undang-undang.
Hingga kini SEC belum mengumumkan kapan para komisaris akan kembali mempertimbangkan proposal tersebut.