Tongkol MBG Picu Keracunan Massal, Respons Bupati Karo Mengejutkan

255 pelajar keracunan usai menyantap MBG dari dapur SPPG Kodim.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 13 Agustus 2026, 22:59 WIB
Keracunan massal diduga akibat MBG di Berastagi Karo

Liputan6.com, Jakarta - Suasana panik menyelimuti sejumlah sekolah di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis (13/8/2026). 255 pelajar dari berbagai sekolah dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar Berastagi dan Kabanjahe setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan video amatir yang beredar, kepanikan tampak jelas di lingkungan sekolah hingga area rumah sakit. Ratusan siswa dievakuasi menggunakan ambulans serta mobil pribadi milik warga.

Setibanya di fasilitas kesehatan, para pelajar lemas dan sebagian di antaranya mengalami muntah-muntah, memicu kekhawatiran mendalam dari para orang tua yang memadati rumah sakit.

Dugaan sementara, sumber keracunan berasal dari menu ikan tongkol yang disajikan dalam paket makanan bergizi hari itu.

Di tengah situasi darurat dan kepanikan massal yang melanda para orang tua korban, respons mengejutkan datang dari Bupati Karo, Antonius Ginting. Usai meninjau kondisi para pelajar di RS Amanda Berastagi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo, ia menilai kondisi para korban tidak mengkhawatirkan.

"Dari 255 anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan," ujar Antonius di hadapan awak media.

Bahkan, di tengah situasi di mana ratusan anak mendapatkan perawatan medis darurat, Antonius secara kontroversial menyebut insiden tersebut sebagai sebuah 'berita baik'.

"Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik," ungkapnya.

 

Langkah Cepat Dinas Kesehatan

Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Immanuel Sinuhaji menyatakan pihaknya bergerak cepat dengan mengamankan sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kodim yang menjadi pemasok menu MBG tersebut.

"Sampel sudah diambil, sekarang tinggal penanganan. Nanti selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium," ujar Immanuel.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Kepala Dapur SPPG, menu yang disajikan pada hari itu terdiri dari sayur dan ikan tongkol.

Sampel yang diamankan merupakan porsi cadangan yang memang selalu disiagakan di dapur SPPG setiap kali pengantaran makanan.

"Sementara dugaan kita, penyebabnya karena ikan itu," pungkasnya.

Hingga saat ini, ratusan pelajar masih dalam proses penanganan intensif oleh tim medis di fasilitas kesehatan setempat, sementara pihak berwenang menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya