Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan agar data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nantinya diintegrasikan dengan sistem informasi kesehatan SATUSEHAT. Menurut Tito, integrasi tersebut memungkinkan pemerintah memantau perkembangan kesehatan anak penerima MBG secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Tito dalam rapat koordinasi bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dan pemerintah daerah seluruh Indonesia secara hybrid di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Advertisement
Tito mengatakan integrasi data diperlukan agar pemerintah tidak hanya mengetahui jumlah penerima manfaat, tetapi juga dapat memantau perkembangan setiap anak setelah mendapatkan intervensi gizi.
“Itu bisa mendata nanti mengikuti progres perkembangan anak itu. Misalnya tinggi badannya, kesehatan naik berat badannya atau tidak, itu bisa dimonitor melalui integrasi data itu,” kata Tito.
Pemutakhiran Data
Sebelum terhubung dengan data kesehatan, pemerintah akan terlebih dahulu memperkuat pemutakhiran data penerima MBG melalui kerja sama antara BGN dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.
Tito menjelaskan data Dukcapil dapat membantu BGN mengidentifikasi penerima manfaat secara individual melalui data biometrik, seperti pengenalan wajah, sidik jari, dan iris mata.
“Jadi tidak hanya data kuantitatif angka jumlah penerima manfaat, tapi siapa penerima manfaatnya bisa terdata,” ujarnya.
Menurut Tito, identifikasi berbasis individu juga dapat mencegah satu orang tercatat sebagai penerima manfaat lebih dari satu kali.