Liputan6.com, Jakarta - BRI Super League 2026/2027 segera dimulai dengan komposisi pelatih yang menarik perhatian. Di antara 18 klub peserta, hanya Isenmulang Kalteng FC yang ditangani pelatih Indonesia lewat sosok Ade Suhendra, sementara kursi-kursi lainnya banyak diisi pelatih asing dan didominasi nama-nama asal Portugal.
Seluruh kontestan sudah menetapkan jajaran kepelatihan untuk musim ini. Komposisi tersebut menghadirkan deretan pelatih berpengalaman dari berbagai negara, termasuk beberapa figur yang sebelumnya mencatat prestasi di sepak bola Indonesia.
Advertisement
Riwayat kompetisi yang kerap memicu pergantian cepat di bangku pelatih turut menambah tensi jelang kick-off. Performa awal tim kerap menjadi penentu nasib nakhoda di musim yang baru.
BRI Super League Dikenal Keras Bagi Pelatih
BRI Super League selama ini tidak terlalu ramah bagi para pelatih. Dalam satu musim, pergeseran posisi pelatih berlangsung dinamis dan kerap terjadi lebih dari sekali di sejumlah klub.
Dari 18 pelatih yang memulai musim, biasanya hanya enam atau tujuh yang tetap menukangi klub yang sama hingga kompetisi berakhir. Pola tersebut berulang dalam beberapa edisi terakhir.
Tidak jarang pemecatan berlangsung lebih dini, bahkan pada pekan kelima atau keenam. Ketika target meleset atau performa tim menurun, pelatih kerap menjadi pihak pertama yang disorot manajemen maupun pendukung.
Dominasi Portugal: Jeronimo Sampai Ze Gomes
Musim ini, arus pelatih asal Portugal kembali kuat. Empat nama dari negeri tersebut memegang kendali tim: Mauro Jeronimo di Borneo FC Samarinda, Bernardo Tavares di Persebaya, Mario Lemos di Persijap, dan Ze Gomes di Madura United.
Sejumlah di antara mereka datang dengan rekam jejak positif di Indonesia. Bernardo Tavares, misalnya, pernah membawa PSM Makassar menjuarai liga pada musim 2023/2024.
Dengan pengalaman yang beragam, keberadaan para pelatih Portugal menjadi salah satu sorotan pramusim, baik dari sisi pendekatan taktik maupun adaptasi terhadap dinamika kompetisi.
Ade Suhendra Satu-Satunya Pelatih Lokal
Dari seluruh kontestan, hanya Isen Mulang Kalteng FC yang mempercayakan kursi pelatih kepada putra bangsa. Ade Suhendra melanjutkan tugasnya di klub tersebut setelah memimpin sejak musim lalu, ketika tim masih bernama Adhyaksa FC dan berkompetisi di Pegadaian Championship.
Eks gelandang PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta itu mengawali musim baru di kasta tertinggi dengan modal personal yang kuat. Ia datang berstatus pelatih terbaik di Pegadaian Championship 2026/2027.
Kehadiran Ade menjadi pengecualian di tengah arus pelatih asing. Kiprahnya bersama Isenmulang Kalteng FC akan menjadi salah satu cerita menarik untuk dicermati pada awal musim.
Peta Asal Negara Pelatih Musim Ini
Selain Portugal, Brasil juga menghadirkan tiga nama: Fabio Lefundes di Java United, Osmar Loss di Dewa United, dan Marquinhos Santos di Arema FC.
Dari Spanyol, ada Oscar Bruzon di Bhayangka FC, Carlos Pena di Persita, serta Marcos Reina di Persik.
Belanda mengirim tiga arsitek: Johnny Jansen di Bali United, Jean Paul Van Gastel di PSIM, dan Pieter Histra di PSS.
Kroasia diwakili Igor Tolic yang menukangi Persib, sementara Bosnia-Herzegovina menghadirkan Darije Kalezic di PSM.
Dari Asia Timur, Shin Tae-yong memimpin Persija. Adapun Serbia diwakili Milos Joksic yang dipercaya menangani Garudayaksa FC.