Liputan6.com, Berastagi - Suasana mencekam dan penuh kepanikan menyelimuti dua instansi pendidikan di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, pada Kamis (13/8/2026).
Puluhan pelajar dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan massal setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Advertisement
Insiden yang mendadak ini mulai mencuat sekitar pukul 14.30 WIB. Para pelajar yang menjadi korban langsung berjatuhan dan membutuhkan penanganan medis darurat, sehingga memicu proses evakuasi besar-besaran dari lingkungan sekolah menuju rumah sakit terdekat.
Camat Berastagi, Izin Gurusinga, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa keracunan massal yang menimpa para pelajar dari dua sekolah berbeda tersebut.
"Ya (terjadi keracunan) dari SMAN 1 dan dari Perguruan Bersama," ujar Izin Gurusinga saat memberikan konfirmasi.
Berdasarkan data sementara, korban terdampak berasal dari SMAN 1 Berastagi serta gabungan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di Perguruan Swasta Bersama Berastagi.
Meskipun demikian, pihak kecamatan bersama instansi terkait belum dapat memastikan total keseluruhan korban secara pasti.
Hingga berita ini diturunkan, fokus utama aparat dan tenaga medis masih dicurahkan pada proses penyelamatan jiwa serta evakuasi korban.
"Belum tau jumlahnya, yang jelas cukup banyak. Ini sedang evakuasi," ungkap Izin Gurusinga.
Evakuasi ke Tiga Rumah Sakit
Lonjakan korban yang terjadi secara serentak membuat suasana di sejumlah fasilitas kesehatan mendadak tegang. Puluhan pelajar tampak dievakuasi menggunakan mobil ambulans secara bergantian.
Proses evakuasi gelombang awal diarahkan menuju RS Amanda yang letaknya paling dekat dengan lokasi kejadian. Mengingat kapasitas dan jumlah korban yang terus bertambah, evakuasi lanjutan kemudian dipecah ke RS Efarina Etaham serta RSU Kabanjahe.
Pemandangan kepanikan tak hanya terlihat dari para pelajar yang lemas dan meringis kesakitan, tetapi juga dari kesigapan tim medis yang kewalahan menghadapi gelombang pasien anak sekolah yang datang secara bersamaan.
Hingga saat ini, aparat berwenang masih menyelidiki lebih lanjut kepastian penyebab pasti insiden yang bersumber dari menu program Makan Bergizi Gratis ini.