Liputan6.com, Jakarta - Hoaks yang terkait dengan oksigen beberapa kali viral di masyarakat. Hoaks ini beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:
Advertisement
1. Cek Fakta: Hoaks Bahlil akan Kenakan Pajak Oksigen bagi Masyarakat
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mengenakan pajak bagi masyarakat yang menghirup oksigen di luar rumah. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 Agustus 2026.
Dalam unggahannya terdapat foto Bahlil dengan narasi:
"Bahlil: Oksigen itu milik Negara. Masyarakat yg menghirup oksigen Di luar rumah akan dikenakan pajak".
Akun itu menambahkan narasi:
"Pajakin semua pak"
Lalu benarkah klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mengenakan pajak bagi masyarakat yang menghirup oksigen di luar rumah? Simak dalam artikel berikut ini...
2. Cek Fakta: Mengunyah Cengkeh atau Kayu Manis untuk Meningkatkan Kadar Oksigen dalam Tubuh Belum Terbukti Klinis
Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Berikut informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh:
"Tolong beri tahu siapa saja yang kadar oksigennya rendah untuk mengunyah cengkeh atau kayu manis. Ini meningkatkan kadar oksigen. Hal ini dibuktikan dengan seseorang yang kadar oksigennya turun menjadi 91 red alert selama 2 atau 3 hari. Mereka tidak bisa mendapatkan rumah sakit atau hotel karantina. Beberapa orang menyuruh mereka untuk mencoba mengunyah cengkeh atau kayu manis & kemudian kadar oksigen meningkat secara bertahap menjadi 95 & sekarang 97/98. Tolong bagikan ini bisa menyelamatkan nyawa. Bahkan alpukat sangat bagus."
Benarkah informasi mengunyah cengkeh atau kayu manis dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh? Simak dalam artikel berikut ini...
3. Cek Fakta: Aerator Akuarium Tidak Bisa Digunakan untuk Alat Oksigen Medis
Klaim tentang aerator akuarium bisa digunakan sebagai alat oksigen medis bagi penderita sesak napas beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook pada 7 Juli 2021.
Akun Facebook tersebut mengunggah gambar alat oksigen yang dibuat dari aerator akuarium dan botol minum plastik. Akun itu mengklaim bahwa alat tersebut bisa menggantikan tabung oksigen.
"Hai Gaes...Lagi sibuk ya Cari Tabung Oksigen di Mana mana....???
Dengan Begitu banyak'a Kebutuhan Tabung Oksigen di luar sana.
Maka Harga Tabung Oksigen Pun Semakin Merokettt
Kalau ada cara Mudah dan Modal Terjangkau apa Kalian Mau Mencoba'a....!!!
Seperti apa yang Kita Lakukan Untuk Membantu Saudara2 Kita disini
Inilah Metode Yang Bisa Membantu Mendapatkan Tabung Oksigen dengan Mudah dan Terjangkau dengan Kantong Kita
Cukup Mengeluarkan Uang 150.000
Kenapa Harus Buang buang Uang Sampai Ratusan Juta," tulis akun tersebut.
Benarkah aerator akuarium bisa digunakan sebagai alat oksigen medis bagi penderita sesak napas? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.