AC Milan Punya 7 Pemain Multifungsi untuk Skema 3-4-2-1 Amorim

AC Milan memiliki tujuh pemain yang bisa mengisi lebih dari satu posisi dalam skema 3-4-2-1 Ruben Amorim.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 13 Agustus 2026, 09:06 WIB
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, dan pemainnya, Koni De Winter, dalam sesi konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Bola.com/Magang/Fauzi)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan masih memiliki satu laga uji coba sebelum Ruben Amorim mengambil kesimpulan akhir mengenai komposisi skuadnya. Skema 3-4-2-1 yang diterapkan sang pelatih membutuhkan pemain dengan kemampuan spesifik di setiap posisi.

Situasi tersebut membuat fleksibilitas menjadi aset penting bagi AC Milan sepanjang musim yang berpotensi menghadirkan lebih dari 50 pertandingan. Sejumlah pemain bahkan sudah menjalani eksperimen posisi selama pramusim.

Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi, Yunus Musah, Samuel Chukwueze, Alexis Saelemaekers, Christopher Nkunku, dan Koni De Winter menjadi tujuh nama yang berpeluang mengisi beberapa posisi. Kemampuan mereka dapat membantu Amorim menghadapi rotasi, cedera, maupun kebutuhan taktik dalam pertandingan.


Rabiot Bisa Naik ke Posisi Lebih Maju

Pemain AC Milan Adrien Rabiot (kiri) dan pemain Udinese Nicolo Zaniolo berebut bola pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Milan, Italia, Sabtu, 11 April 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Adrien Rabiot selama musim lalu berperan sebagai gelandang box-to-box sehingga awalnya diperkirakan akan mengisi salah satu posisi dalam double pivot. Namun, pengalaman bermain sebagai gelandang serang di bawah Roberto De Zerbi membuat opsi tersebut cukup masuk akal.

Peran lebih maju dapat memberikan kebebasan kepada Rabiot untuk membantu pressing dan memaksimalkan kemampuan tembakannya. Di sisi lain, perubahan tersebut juga membuka peluang Ardon Jashari berduet dengan Luka Modric di lini tengah.


Bartesaghi dan Musah Punya Banyak Opsi

Bek AC Milan asal Italia bernomor punggung 33, Davide Bartesaghi, merayakan setelah mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Serie A Italia antara AC Milan dan Sassuolo di Stadion San Siro di Milan, Italia pada 14 Desember 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Davide Bartesaghi saat ini menjadi kandidat kuat untuk posisi bek sayap kiri. Namun, kemampuan bermain dari belakang dan karakter fisiknya juga membuatnya berpotensi menjadi bek tengah kiri ketika Strahinja Pavlovic membutuhkan istirahat.

Yunus Musah menjadi opsi lain berkat kemampuannya bermain sebagai gelandang tengah maupun bek sayap. Jika Zachary Athekame pergi, Musah berpeluang membantu sektor kanan, terutama dalam pertandingan Coppa Italia atau Liga Europa.


Chukwueze dan Saelemaekers Fleksibel

Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers (kanan), mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Samuel Chukwueze telah diuji sebagai bek sayap, tetapi peran tersebut masih membutuhkan penyesuaian. Ia juga dapat ditempatkan sebagai gelandang serang berkaki kiri di sisi kanan untuk memberikan ancaman melalui pergerakan ke tengah.

Alexis Saelemaekers mungkin menjadi pemain paling fleksibel dalam daftar ini. Berkat kemampuan menggunakan kedua kaki, etos kerja, dan kemampuan teknisnya, pemain Belgia itu dapat bermain sebagai bek sayap kanan, bek sayap kiri, maupun gelandang serang.


Nkunku dan De Winter Jadi Kartu Tambahan

Mario Gila dari Lazio (kanan) dan Christopher Nkunku dari AC Milan berebut bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Christopher Nkunku memiliki pengalaman bermain sebagai winger, striker, second striker, dan gelandang serang. Ia dapat beroperasi di sisi kiri atau bertukar posisi dengan Christian Pulisic, sementara situasi darurat juga memungkinkan Nkunku dimainkan sebagai penyerang.

Koni De Winter menjadi opsi menarik di lini belakang karena mampu membantu pembangunan serangan, bermain dalam garis pertahanan tinggi, dan kuat dalam duel udara. Ia berpeluang mengisi bek tengah tengah, tetapi juga dapat dimainkan di sisi kanan atau kiri dari tiga bek ketika kondisi skuad menuntut.

Bagi AC Milan, fleksibilitas tujuh pemain tersebut dapat menjadi keuntungan besar dalam menghadapi panjangnya musim. Amorim memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan rotasi tanpa harus mengubah struktur dasar 3-4-2-1 secara drastis.

Sumber: Sempre Milan

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya