Liputan6.com, Jakarta - Unai Emery tetap memberikan apresiasi kepada Aston Villa meski timnya kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain pada Piala Super Eropa 2026. Sang pelatih menilai mentalitas dan respons para pemain sepanjang pertandingan layak mendapatkan pujian.
Duel PSG melawan Aston Villa berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB. Desire Doue mencetak gol penentu pada menit ke-61 setelah Khvicha Kvaratskhelia lebih dulu membawa PSG unggul.
Advertisement
Aston Villa sempat menunjukkan perlawanan kuat meski kehilangan sejumlah pemain penting. Brian Madjo mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-45 sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Piala Super Eropa.
George Hemmings juga tampil menjanjikan dalam pertandingan tersebut. Emery pun memberikan perhatian khusus kepada kedua pemain muda itu setelah melihat kerja keras dan perkembangan mereka di lapangan.
Emery Puji Performa Pemain Muda Aston Villa
Brian Madjo tampil sebagai salah satu kejutan terbesar Aston Villa dalam pertandingan tersebut. Penyerang berusia 17 tahun itu mencetak gol penting yang membuat skor kembali imbang sebelum jeda.
Gol tersebut juga membawa Madjo mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah mencetak gol di Piala Super Eropa. George Hemmings tidak kalah mencuri perhatian setelah menjadi pemain Villa dengan catatan perebutan bola terbanyak.
Emery menilai pengalaman tampil di pertandingan besar seperti ini sangat penting bagi perkembangan keduanya. Ia juga melihat Madjo dan Hemmings mulai menunjukkan hasil dari kerja keras mereka selama latihan.
"Pengalaman seperti ini dan memiliki hari-hari seperti hari ini sangat penting. Mereka menunjukkan bagaimana mereka belajar setelah kerja keras yang mereka lakukan. Inilah jalannya," kata Emery.
"Kami sudah memutuskan sebelum pertandingan bagaimana kami ingin memainkan laga ini. Kami sudah bekerja bersama para pemain di posisi-posisi tersebut," ujar Emery.
Mentalitas Aston Villa Tetap Mendapat Pujian
Aston Villa sebenarnya mampu memberikan tekanan besar kepada PSG sepanjang pertandingan. Mereka mencatat 15 tembakan, lebih banyak dibandingkan 12 tembakan milik PSG, sekaligus unggul dalam catatan expected goals dengan 2,13 berbanding 1,03.
Situasi tersebut membuat Emery tetap melihat banyak sisi positif dari penampilan timnya. Ia menilai para pemain mampu memberikan respons yang tepat selama 90 menit meski akhirnya harus menerima kekalahan.