Liputan6.com, NTB Jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok jumlahnya bertambah hingga Rabu 12 Agustus 2026.
Advertisement
Sebanyak 39 korban tambahan dievakuasi oleh KMP Pratama Kalyani dan dibawa ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengonfirmasi jumlah tersebut di Pelabuhan Lembar.
"Totalnya (yang telah dievakuasi) 212 orang," kata dia kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Sebelumnya, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilaporkan terbakar di perairan Pantai Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari.
Laporan mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima petugas pada pukul 04.39 WITA dari Nurdin, nakhoda RB 220 Mataram.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA," ujar salah satu anggota Tim SAR Gabungan yang tidak ingin disebutkan namanya, Rabu (12/8/2026).
Lokasi kapal terbakar terdeteksi berada di koordinat 8°43'12.37"S - 115°47'35.93"E. Titik tersebut berjarak sekitar 16,84 Nautical Miles (Nm) dari posisi RB 220 Mataram dengan arah 272,37°.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.
Prioritas Utama
Kantor SAR Mataram menggelar operasi Search and Rescue (SAR) pascainsiden kebakaran yang melanda KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) pagi. Evakuasi penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi darurat tersebut.
Kapal yang melayani rute Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar tersebut dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 04.15 WITA. Setelah menerima sinyal bahaya pada pukul 04.39 WITA, Kantor SAR Mataram langsung menerjunkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menegaskan, seluruh sumber daya dikerahkan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke titik koordinat kejadian untuk melakukan evakuasi langsung, sekaligus berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan,” tegas Hariyadi, Rabu (12/8/2026).
Mengingat kondisi darurat di perairan Selat Lombok yang berbatasan dengan wilayah kerja SAR Denpasar, operasi ini turut melibatkan Kantor SAR Denpasar dengan mengerahkan KN SAR Arjuna.
Pemantauan melalui udara juga dilakukan dengan mengerahkan helikopter milik SGi Air Bali untuk memperluas jangkauan pencarian dan pemantauan visual.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan operasi di perairan Selat Lombok untuk mengamankan lokasi dan menyelesaikan proses evakuasi penumpang serta kru kapal.