Liputan6.com, Jakarta - Lembaga penyedia indeks global MSCI mengumumkan hasil tinjauan indeks Agustus 2026 untuk indeks saham MSCI. Dari hasil tinjauan indeks MSCI Agustus 2026, 10 saham emiten asal Indonesia terdepak.
Mengutip laman MSCI, Kamis (13/8/2026), MSCI menghapus dua saham asal Indonesia di indeks MSCI Global Standard yakni PT Charoen PT Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Akan tetapi, saham CPIN masuk ke MSCI Global Small Cap. Sedangkan sembilan saham emiten asal Indonesia keluar dari MSCI Global Small Cap. Saham-saham itu antara lain PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Advertisement
Seiring hal itu, dari hasil tinjauan indeks MSCI Agustus 2026, ada 10 saham emiten asal Indonesia yang keluar dari indeks MSCI.
Dari hasil tinjauan indeks MSCI Agustus 2026 ini, di indeks MSCI Global Standard ada 55 saham yang ditambahkan dan 92 saham dihapus dari indeks MSCI ACWI. Tiga penambahan terbesar pada indeks MSCI World berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan secara penuh yakni SanDisk (AS), Carpenter Technology Tbk (AS), dan ATI (AS). Tiga penambahan terbesar pada indeks MSCI Emerging Markets berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan secara penuh yakni Z.AI Co H (China), Nanya Technology (Taiwan), dan Guangdong Dtech Technology A (HK-C) China.
Di indeks MSCI Global Small ada tambahan 203 saham dan 261 saham yang keluar dari indeks MSCI ACWI Small Cap.
Konstituen di indeks MSCI akan berubah pada 31 Agustus 2026, dan efektif pada 1 September 2026. Adapun indeks review selanjutnya akan diumumkan pada 11 November 2026, dan efektif pada 1 Desember 2026.
Penutupan IHSG pada 12 Agustus 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (12/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan menjelang pengumuman hasil tinjauan indeks MSCI.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini melonjak 1,69% ke posisi 6.373,84. Indeks saham LQ45 bertambah 1,29% menjadi 633,84.Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kenaikan IHSG yang signifikan ini terjadi setelah IHSG turun tajam pada Selasa, 11 Agustus 2026. Saat itu, IHSG melemah 1,5% ke 6.267 pada Selasa kemarin.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, pelaku pasar mengantisipasi potensi penyesuaian bobot saham Indonesia menyusul pengumuman resmi MSCI yang dijadwalkan dini hari nanti.
"Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten. Adapun saham-saham konglomerasi Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO tercatat menjadi top movers yang menyumbang poin kenaikan IHSG paling substansial,” kata Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Sentimen IHSG Lainnya
Ia menambahkan, bahkan penguatan tidak hanya terjadi di saham grup Barito, melainkan berdampak ke emiten komoditas dan teknologi pendukung seperti DSSA, DCII, dan BRMS yang terdorong oleh perbaikan sentiment foreign flow atau aliran dana investor asing yang masuk.
“Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada Selasa sebelumnya,” tutur Nafan.
Ia mengatakan, saat ini, para pelaku pasar juga mencermati rilis data inflasi Juli AS yang diproyeksikan melandai ke 3,4% YoY, memperkuat ekspektasi dovish The Fed.
“Sedangkan dari domestik, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor institusi,” ujar Nafan.