Liputan6.com, Singapura - Seorang petugas kebersihan berusia 56 tahun, Osman Sidin, nekat turun tangan ketika melihat seorang pria membawa pisau di tengah kerumunan di luar Clementi Mall, Singapura, pada Senin (10/8/2026).
Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (12/8/2026), saat itu, Osman mendengar teriakan minta tolong dari kerumunan. Ia kemudian melihat seorang pria memegang pisau dan memutuskan untuk menghentikannya.
Advertisement
Pria tersebut sebelumnya telah berulang kali melukai dirinya sendiri menggunakan pisau. Osman kemudian bergumul dengannya hingga berhasil merebut senjata tersebut, sebelum menjatuhkan dan menahan pria berusia 34 tahun itu sampai bantuan datang.
“Saya hanya khawatir dengan keselamatan masyarakat. Ada anak-anak yang berteriak, dan dia membawa pisau,” kata Osman kepada CNA.
Menurut Osman, pisau yang dibawa pria tersebut tampak seperti pisau pemotong durian.
“Pisau itu terlihat seperti pisau pemotong durian. Sangat tajam, tetapi tidak ada yang membantu menangani situasi itu,” ujarnya.
Saat kejadian, Osman sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju janji temu medis. Sebelum bergulat dengan pria tersebut, ia menyerahkan barang-barang bawaannya kepada sang istri.
Keduanya kemudian terjatuh saat bergumul. Osman mengalami luka di bagian belakang kepala, sementara pria yang ditahannya mengalami luka yang diduga ditimbulkan sendiri. Darah kemudian mengotori tubuh keduanya.
“Rasanya seperti saya bergulat dengannya selama beberapa menit. Saya terus berteriak agar seseorang di kerumunan membantu saya, menendang pisau itu agar menjauh,” kata Osman.
Polisi dipanggil ke lokasi di Blok 441B Clementi Avenue 3 sekitar pukul 12.20.
Osman mengaku berterima kasih kepada warga yang berada di lokasi. Sejumlah orang memberikan baju kepadanya untuk membersihkan darah sekaligus membantu menghentikan pendarahan dari kepalanya.
“Tubuh saya berlumuran darah dan kepala saya juga penuh darah. Itu brutal,” ujarnya.
Istrinya yang merekam kejadian tersebut dari dekat lokasi, kata Osman, merasa bangga terhadap dirinya.
Namun, kemampuan Osman untuk menaklukkan pria tersebut bukan semata-mata karena naluri spontan.
Pernah Mendekam di Penjara
Dalam wawancara melalui telepon dengan CNA, Osman mengungkapkan bahwa ia pernah menjalani kehidupan kriminal dan sempat mendekam di penjara. Di balik jeruji besi, ia belajar silat, salah satu bentuk seni bela diri, dari teman satu selnya.
“Maaf mengatakannya, saya bukan pahlawan,” kata Osman. “Saya pernah belajar beberapa bela diri dan saya beruntung bisa menjatuhkannya.”
Osman mengatakan dirinya terjerumus ke lingkungan yang buruk ketika masih muda dan melakukan sejumlah tindak kriminal yang akhirnya membuatnya dipenjara. Ia menolak menjelaskan lebih jauh mengenai tindak pidana yang pernah dilakukannya.
Setelah keluar dari penjara, Osman mengatakan dirinya berusaha memberikan kontribusi kepada masyarakat. Ia juga aktif melakukan kegiatan amal bersama Jamiyah Singapore, sebuah organisasi amal Muslim.
“Ini waktu saya membalasnya,” ujarnya. “Dulu saya pernah menjadi kriminal, dan sekarang saya berubah menjadi lebih baik.”
Pada Senin malam, Osman dikunjungi Anggota Parlemen untuk Jurong East-Bukit Batok, David Hoe, di flat sewaannya di Clementi.
Dalam unggahan di Facebook, Hoe mengatakan Osman merupakan bagian dari komunitas Yellow Ribbon Singapore bagi mantan narapidana dan telah mengubah hidupnya.
Pada Selasa malam, Hoe juga menyerahkan sejumlah uang kepada Osman di area bawah blok tempat tinggalnya di Clementi.
Dana tersebut dikumpulkan dari 22 warga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Osman sehingga ia dapat beristirahat di rumah dan tidak perlu masuk kerja.
Osman sebelumnya mendapat perawatan di rumah sakit karena luka ringan di kepala pada Senin dan memperoleh cuti medis. Namun, ia memutuskan kondisinya cukup baik untuk kembali bekerja sebagai petugas kebersihan kantor di kawasan Alexandra pada Selasa.
“Ada beberapa bagian tubuh saya yang terluka, tetapi saya hanya minum Panadol dan seharusnya baik-baik saja. Saya sudah kembali bekerja,” katanya.
Ketika ditanya apakah memiliki pesan untuk pria yang berhasil dilucutinya, Osman menjawab singkat.
“Saya bilang kepadanya, berdoalah dengan sungguh-sungguh. Apakah kamu Muslim, Buddha, atau apa pun, berdoalah dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.