Siap Mengudara di Indonesia, 60 Helikopter Listrik Bakal Jadi Taksi Terbang

Pengembangan ekosistem helikopter listrik di Indonesia mulai direalisasikan. Sebanyak 60 unit eVTOL siap dioperasikan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Agustus 2026, 20:40 WIB
Whitesky Aviation bekerja sama dengan AutoFlight menghadirkan 60 unit helikopter listrik (eVTOL) untuk layanan taksi udara di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Siap mengudara, sebanyak 60 unit electric Vertical Take-off and Landing (eVTOL) atau helikopter bertenaga baterai listrik direncanakan beroperasi di Indonesia untuk melayani air taxi (taksi udara) dan keperluan mobilitas lainnya.

Pengadaannya merupakan hasil kerja sama antara Whitesky Aviation dan AutoFlight. Kerja sama ini merepresentasikan potensi nilai transaksi mencapai CNY 1 miliar atau sekitar Rp 2,7 triliun, apabila seluruh rencana terealisasi sesuai tahapan dan kesepakatan para pihak.

“Program AutoFlight merupakan bagian dari pipeline eVTOL Whitesky yang secara keseluruhan mencapai hingga 152 unit dari produsen Asia, termasuk 122 unit dari China dan 30 unit dari Jepang,” ungkap Founder Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, Rabu (12/8/2026).

Pihaknya memperkirakan keseluruhan peluang bisnis dari berbagai fase implementasi eVTOL tersebut memiliki nilai potensi mencapai sekitar Rp 7,8 triliun dalam jangka waktu pengembangan sekitar 10 tahun.

“Estimasi tersebut merepresentasikan skenario pertumbuhan jangka panjang dan bukan nilai pendapatan maupun transaksi efektif saat ini,” jelas Denon.

Segala Persiapan

PT Whitesky Aviation mengadakan acara Welcoming The Future of Air Mobility, dengan mengenalkan teknologi eVTOL (Electric Vertical Take-Off and Landing). (Dok Whitesky)

Whitesky akan memulai dengan use case yang memiliki demand dan willingness-to-pay yang jelas, kemudian menggunakan pengalaman operasional tersebut untuk memperluas penggunaan eVTOL secara bertahap.

Langkah ini mencakup peluang pemanfaatan eVTOL untuk menghubungkan bandara dengan pusat kota, kawasan bisnis, destinasi pariwisata, area industri, serta titik perjalanan dengan kebutuhan mobilitas tinggi.

“Sekaligus untuk menguji rute dan model layanan yang paling relevan bagi pasar Indonesia. Namun, layanan air taxi tidak dapat dibangun hanya dengan menambah armada,” katanya.

Pihaknya juga akan mempersiapkan titik keberangkatan dan kedatangan melalui pengembangan vertiport, prosedur operasional, sistem keselamatan, dukungan teknis, kesiapan pilot dan teknisi, hingga integrasi dengan regulasi penerbangan nasional.

“Customer seharusnya tidak perlu memikirkan seberapa kompleks teknologi di belakang sebuah penerbangan. Yang harus mereka rasakan adalah pengalaman yang aman, seamless, dan memang menghemat waktu,” jelasnya.

 

Perjalanan Lebih Baik

Melalui pendekatan tersebut, Whitesky Aviation dan AutoFlight mempersiapkan eVTOL untuk berkembang dari sebuah teknologi baru menjadi layanan mobilitas yang dapat digunakan serta memiliki nilai komersial nyata di Indonesia.

“Kami tidak sedang mencari cara membuat orang terkesan dengan pesawat baru. Kami sedang mencari cara membuat perjalanan mereka lebih baik,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya