Menjajal Igo, Permainan Asah Otak Tradisional Jepang

Apa itu igo dan bagaimana cara memainkannya?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 13 Agustus 2026, 18:35 WIB
Papan Kayu Permainan Igo oleh the Japan Foundation Jakarta Rabu (12/8/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - The Japan Foundation Jakarta menggelar acara tahunan Japan Cultural Week (JCW) sebagai bentuk pengenalan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia, sekaligus mempererat hubungan Jepang dan Indonesia.

Acara ini berlangsung pada 3-14 Agustus 2026. Terdapat sejumlah rangkaian workshop yang terbuka untuk umum, salah satunya workshop permainan tradisional khas Jepang, Igo.

Perwakilan Federasi Igo Indonesia, Handi Mulyawan, menjelaskan bahwa permainan ini memiliki beberapa nama. “Go atau Igo di Jepang. Di internasional juga menyebutnya Go atau Igo. Baduk di Korea, dan Weiqi di China,” ujarnya dalam Workshop Igo di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

“Permainan ini datangnya dari China, tapi yang berjasa dan memopulerkan permainan ini adalah Jepang,” tutur Handi saat menjelaskan sejarah Igo.

Kepopuleran permainan ini telah merambah ke kancah internasional. Igo bahkan telah dipertandingkan dalam ajang olahraga besar seperti SEA Games dan Asian Games.

Sistem permainan strategi ini juga disebut diterapkan dalam seni bela diri seperti karate dan judo. “Sistem yang dipakai karate dan judo pertama dipakai oleh Igo. Pendiri judo, Jigoro Kano, mengadopsi sistem Kyu dan Dan dari sini,” ucap Handi.

Handi mengatakan permainan Igo bertujuan menguasai teritori untuk meraih kemenangan dan dapat dimainkan dalam waktu yang cukup lama.

“Bahkan kalau turnamen bisa sampai tiga hari,” ujarnya.

Sistem Permainan Igo

Workshop Igo oleh The Japan Foundation Jakarta Rabu (12/8/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Tata cara bermain Igo secara umum dibagi menjadi tiga bagian.

Pertama, batu Igo terdiri dari dua warna, yakni hitam dan putih. Untuk mengawali permainan, pemain dengan batu putih mengambil satu genggam batu dan meletakkannya di atas papan kayu bergaris tanpa memperlihatkan jumlahnya.

Pemain dengan batu hitam kemudian harus menebak apakah jumlah batu tersebut ganjil atau genap. Pemain batu hitam menyampaikan jawabannya dengan meletakkan satu batu jika memilih ganjil dan dua batu jika memilih genap.

Apabila jawabannya benar, pemain tetap menggunakan batu hitam. Namun, jika jawabannya salah, kedua pemain bertukar warna batu.

Setelah itu, pemain dengan batu hitam memulai permainan. Batu diletakkan pada titik persimpangan garis di papan, bukan di dalam kotak.

Setiap batu memiliki empat sisi atau jalur yang disebut sebagai napas. Jalur tersebut dapat ditutup oleh batu lawan. Setelah diletakkan, batu tidak dapat dipindahkan ke tempat lain.

Kedua, apabila empat sisi atau seluruh jalur napas sebuah batu telah tertutup, lawan tidak diperkenankan meletakkan batu di titik yang dikelilingi tersebut. Jika dilakukan, batu lawan dapat ditangkap atau diambil oleh pemilik teritori.

Aturan ketiga berkaitan dengan batu yang telah berhasil ditangkap. Pemain yang kehilangan batu tidak diperbolehkan langsung mengisi titik kosong tersebut dengan batu baru.

Handi menjelaskan, pemain harus memilih langkah lain di tempat berbeda.

“Kasih si putih pilihan. Mau ditutup atau kasih respons batu (di tempat lain) ini,” jelasnya.

Permainan berakhir ketika kedua pemain merasa teritori masing-masing sudah terbentuk dan tidak lagi ingin melakukan langkah baru. Dalam kondisi tersebut, keduanya dapat menyatakan “pas” atau berhenti bermain.

Jika permainan dilanjutkan, pemain justru berpotensi mengurangi poin karena langkah baru dapat memakan wilayah sendiri. Memasuki teritori lawan juga dapat membuat posisi batu terancam.

Setelah kedua pemain menyatakan “pas”, jumlah titik atau wilayah teritori yang dikuasai masing-masing pemain kemudian dihitung.

Pemain dengan batu putih mendapatkan tambahan 6,5 poin karena pemain dengan batu hitam mendapat giliran pertama. Menurut Handi, tambahan setengah poin tersebut diberikan untuk mencegah hasil pertandingan berakhir seri.

“Dikasih setengah agar hasil akhir tidak seri,” tambah Handi.

Pemain yang mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya