Bayar Tol Tanpa Henti Uji Coba Ulang, Menteri PU Siapkan Dua Lokasi

Kementerian PU akan menguji coba ulang bayar tol tanpa henti di Bali dan satu lokasi lain untuk memastikan sistem tol nirsentuh layak diterapkan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 12 Agustus 2026, 18:45 WIB
Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan pemerintah akan melakukan uji coba ulang Multi Lane Free Flow (MLFF) atau sistem transaksi tol nontunai nirsentuh nirhenti di dua lokasi.

Salah satu titik yang disiapkan adalah Bali, yang sebelumnya pernah menjadi lokasi uji coba MLFF. Namun, menurut Dody, hasil uji coba terdahulu belum memberikan kesimpulan yang memadai sehingga perlu dilakukan pengujian yang lebih menyeluruh.

“Yang dulu pernah dilakukan di Bali, tapi waktu itu tidak konklusif begitu. Jadi makanya kita mungkin akan bikin dulu di Bali dan di satu tempat lain di luar, tapi kali ini kita bikin yang sangat-sangat konklusif. Jadi begitu selesai ya sudah kita bakalan tahu ini apakah suatu sistem yang layak kita adopsi atau kita harus seperti apa ke depan,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan lokasi kedua di luar Bali masih dalam tahap pembahasan bersama pihak terkait untuk mencari titik yang paling tepat sebagai lokasi uji coba.

Menurut Dody, pemerintah ingin memastikan bahwa pengujian kali ini mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas, kesiapan teknologi, serta dampak operasional MLFF sebelum diputuskan untuk diterapkan secara lebih luas di jalan tol Indonesia.

Kementerian PU Libatkan ATI, Kepolisian, hingga BPKP dalam Uji Coba MLFF

Kendaraan melintas di tol Semanggi, Jakarta. Pemerintah berencana untuk mengimplementasikan bayar tol tanpa henti atau nirsentuh atau MLFF.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dody mengatakan uji coba MLFF akan dilakukan secepatnya, meskipun proses persiapannya membutuhkan koordinasi dengan banyak pemangku kepentingan.

“Kita masih mendiskusikan MLFF itu dengan beberapa pemangku kepentingan terkait, tidak hanya Kementerian PU. Ada asosiasi jalan tol, ada kepolisian, dan sebagainya. Jadi karena diskusi yang melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas kemudian prosesnya menjadi sedikit agak lebih lama. Tapi pada dasarnya kita akan melakukan trial test dalam waktu secepat-cepatnya,” ujarnya.

Selain Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) dan kepolisian, Kementerian PU juga melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kejaksaan, serta berbagai pihak terkait lainnya karena proyek MLFF menjadi perhatian banyak institusi.

Dody menambahkan, pelaksanaan uji coba harus mengikuti tahapan yang telah diatur dalam kontrak antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian PU dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS).

MLFF dirancang untuk memungkinkan kendaraan melintas di jalan tol tanpa berhenti di gerbang pembayaran. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrean, meningkatkan kelancaran lalu lintas, dan membuat transaksi tol menjadi lebih efisien.

Namun, pemerintah menegaskan penerapannya harus dipastikan aman, andal, dan memenuhi seluruh aspek teknis serta tata kelola sebelum diadopsi secara nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya