Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Tewaskan 19 Orang

Kombinasi cuaca ekstrem ini memicu kerusakan masif pada sektor infrastruktur dan pertanian di berbagai wilayah terdampak.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 11 Agustus 2026, 19:55 WIB
Warga berlindung di sebuah toko di tengah banjir akibat hujan monsun lebat di Desa Bagong Silangan, Quezon City, Metro Manila, Filipina, Senin (10/8/2026). (Dok. AP Photo/Aaron Favila)

Liputan6.com, Manila - Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Filipina bertambah menjadi 19 orang pada Selasa (11/8/2026). Bencana tersebut dipicu oleh muson barat daya serta siklon tropis Luis dan Kujira.

Menurut The Philippine Daily Inquirer, Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina (NDRRMC) juga melaporkan empat orang masih hilang.

Sedikitnya 2,27 juta orang terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Lebih dari 94.990 orang masih mengungsi di 919 tempat pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.

Sedikitnya 684 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk 45 rumah yang hancur total.

Nilai kerusakan infrastruktur sejauh ini mencapai 1,45 miliar peso atau sekitar US$ 23 juta. Sementara itu, kerugian di sektor pertanian diperkirakan mencapai 135,33 juta peso.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya