Liputan6.com, Jakarta - Typhoon Dolphin mengganggu aktivitas perjalanan di China bagian timur setelah membawa hujan deras, angin kencang, dan banjir ke sejumlah wilayah. Kondisi cuaca tersebut memaksa otoritas membatalkan ratusan penerbangan dan memindahkan warga dari kawasan yang berisiko terdampak banjir.
Provinsi Zhejiang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak setelah Typhoon Dolphin menerjang pada Minggu, 9 Agustus 2026. Badai tersebut membawa angin dengan kecepatan hingga 151 kilometer per jam sebelum melemah menjadi badai tropis, melansir Travel and Leisure Asia, Selasa, 11 Agustus 2026.
Advertisement
Sisa sistem badai tetap membawa hujan lebat ke kawasan timur China, termasuk Shanghai yang menjadi salah satu pusat perjalanan utama. Sabtu lalu, Singapore Airlines (SIA) membatalkan dan mengubah jadwal sejumlah penerbangan menuju dan dari Shanghai akibat kondisi cuaca, lapor AsiaOne.
Maskapai tersebut menyatakan, "Situasi masih terus berkembang dan penerbangan lain mungkin akan terdampak," sehingga penumpang diminta terus memantau perkembangan jadwal penerbangan. Gangguan terbesar terjadi di Shanghai.
Dua bandara utama di kota tersebut membatalkan 943 penerbangan pada Senin, 10 Agustus 2026. Jumlah tersebut mencapai hampir 40 persen dari kapasitas penerbangan yang dijadwalkan pada hari itu.
Pembatalan tersebut membuat wisatawan yang hendak berlibur maupun kembali dari China harus menyesuaikan rencana perjalanan. Otoritas juga mencatat jumlah pembatalan yang lebih besar ketika kondisi badai semakin memburuk.
Pembatalan Penerbangan
Dua bandara Shanghai dilaporkan membatalkan lebih dari 1.300 penerbangan saat China bersiap menghadapi dampak Typhoon Dolphin. Wisatawan yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju Shanghai diminta memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Singapore Airlines telah membatalkan sedikitnya delapan penerbangan yang dijadwalkan selama periode libur National Day. Penerbangan SQ828, SQ830, SQ832, dan SQ836 dari Singapura menuju Shanghai pada Minggu, 9 Agustus 2026, termasuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.
Penerbangan SQ831, SQ833, dan SQ835 dari Shanghai menuju Singapura pada hari yang sama juga terdampak. SIA turut membatalkan penerbangan SQ825 dari Shanghai menuju Singapura pada Senin, 10 Agustus 2026.
Maskapai tersebut mengubah jadwal sedikitnya 10 penerbangan lain yang melayani rute Singapura-Shanghai pada 10 dan 11 Agustus 2026. Perubahan itu mencakup sejumlah penerbangan dengan nomor SQ826, SQ828, SQ830, SQ832, SQ836, SQ827, SQ831, SQ833, SQ835, dan SQ825.
Para Warga Dievakuasi
Maskapai akan menghubungi penumpang yang terdampak untuk menyampaikan perubahan jadwal. Penumpang juga dapat memeriksa status penerbangan melalui laman resmi SIA untuk mendapatkan informasi terbaru. Kondisi cuaca yang masih berubah membuat jadwal penerbangan lain berpotensi mengalami gangguan.
Penumpang yang terkena pembatalan atau perubahan jadwal dapat meminta pemindahan ke penerbangan alternatif. SIA juga menyediakan opsi pengembalian dana penuh untuk bagian tiket yang belum digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dampak badai tidak hanya terlihat dari sektor penerbangan. Pemerintah memindahkan lebih dari 900 ribu penduduk Wenzhou, kota pesisir di Zhejiang, ke lokasi yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan rentan.
Provinsi Fujian yang berbatasan dengan Zhejiang juga melakukan evakuasi. Sekitar 98.900 warga dari wilayah yang berisiko dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Mengubah Rencana Perjalanan
Shanghai turut merelokasi sekitar 215.600 penduduk dari kawasan dengan tingkat risiko tinggi. Jika digabungkan dengan wilayah sekitarnya, otoritas telah memindahkan sekitar 300 ribu orang untuk menghadapi dampak badai.
Typhoon Dolphin membawa hujan dengan intensitas tinggi yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di China bagian timur. Kecepatan angin maksimum badai diperkirakan mencapai sekitar 162 kilometer per jam pada Minggu pagi, 9 Agustus 2026.
Badan Meteorologi China terus memantau perkembangan badai dan dampaknya terhadap wilayah timur. Zhejiang dan bagian utara Fujian menjadi kawasan yang mendapat perhatian karena berpotensi menerima hujan lebat dan angin kencang dari sistem badai.
Wisatawan yang berada di Shanghai maupun wilayah terdampak perlu memperhitungkan kemungkinan keterlambatan perjalanan. Kondisi tersebut membuat rencana liburan ke China bagian timur berpotensi berubah selama cuaca ekstrem masih berlangsung.