FIFA Jelaskan Dasar Hukuman Persib Bandung, Ada Beda Versi

FIFA menyatakan sengketa Persib Bandung–Robert Alberts berlangsung pada 2025. Persib diwajibkan melunasi tunggakan plus bunga, dengan ancaman larangan pendaftaran.

oleh Erwin SnazDiterbitkan 11 Agustus 2026, 17:56 WIB
Robert Rene Alberts ketika menangani Persib Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Dokumen resmi FIFA bernomor perkara FPSD-19488 mengungkap sengketa Persib Bandung dengan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, berlangsung pada 2025, berbeda dari klaim internal klub yang menyebut 2022.

Perkara ini diputus pada 3 Oktober 2025 dan berkaitan dengan kewajiban pembayaran yang disepakati kedua pihak.

Inti persoalan berawal dari kesepakatan tertulis pada 18 Februari 2025 mengenai penyelesaian kewajiban finansial kepada eks pelatih asal Belanda tersebut. Struktur cicilan yang disusun kemudian menjadi pemicu sengketa saat pembayaran perdana tidak diterima penuh.

Setelah pengaduan didaftarkan ke FIFA, Kamar Status Pemain memproses perkara berdasarkan bukti dari pihak Robert. Dalam persidangan, Persib tidak menyampaikan tanggapan sehingga pemeriksaan didasarkan pada dokumen dan korespondensi yang diajukan pelatih.


Kesepakatan Pembayaran dan Awal Perselisihan

Robert Rene Alberts. (Bola.com/Erwin Snaz)

Berdasarkan perjanjian 18 Februari 2025, total kewajiban ditetapkan sebesar Rp 3 miliar. Skemanya dibagi 10 kali: Rp 1,8 miliar dibayar bertahap Rp 225 juta per bulan mulai Maret hingga Oktober 2025, lalu Rp 1,2 miliar sisanya dibayar masing-masing Rp 600 juta pada November dan Desember 2025.

Masalah muncul pada 21 Maret 2025. Pada cicilan pertama itu, pembayaran yang diterima Robert hanya Rp 93.749.500 dari kewajiban Rp 225 juta. Selisih Rp 131.250.500 dikaitkan dengan peningkatan kelas penerbangan dari ekonomi menjadi bisnis yang kemudian dipotong dari nilai cicilan.

Dalam berkas perkara, FIFA mencatat adanya komunikasi antara Robert dan perwakilan Persib, termasuk Stanley Bernard yang disebut sebagai Direktur Olahraga Persib, terkait pembayaran dan permintaan peningkatan kelas penerbangan. Korespondensi tersebut ikut dijadikan alat bukti.


Gugatan ke FIFA dan Sikap Persib di Persidangan

Robert resmi mengajukan gugatan ke FIFA pada 4 Juni 2025. Ia menagih tunggakan Rp 581.250.000, yang dalam uraian gugatan mencakup kekurangan pembayaran cicilan Maret sebesar Rp 231.250.000, serta cicilan April Rp 225 juta dan cicilan Mei Rp 225 juta. Selain itu, ia meminta bunga lima persen per tahun.

Menurut putusan, Persib tidak memberikan tanggapan terhadap gugatan tersebut. Kamar Status Pemain FIFA kemudian memeriksa perkara berdasarkan berkas yang disampaikan pihak pelatih.

Lanjut Baca:

Hakim Tunggal Kamar Status Pemain menyimpulkan para pihak memang menyepakati peningkatan kelas penerbangan. Namun, biaya peningkatan itu dinilai tidak seharusnya dipotong dari cicilan bulan Maret 2025, sehingga masih ada kewajiban pembayaran yang belum dipenuhi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya